Yandri Susanto: KH. Abdul Chalim Layak Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

  • Bagikan
BUKA SEMINAR: Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto (tengah) saat menghadiri Seminar Nasional dengan tema Perjuangan KH. Abdul Chalim 1898-1972 di Gedung Yudha Bakti Negeri komplek Pendopo Bupati Majalengka, Kamis (30/3).

INDOSatu.co – MAJALENGKA – Dihadapan peserta Seminar Nasional dengan tema Perjuangan KH Abdul Chalim 1898-1972, Wakil Ketua MPR RI, H. Yandri Susanto S. Pt menyebut bahwa, Abdul Chalim adalah seorang ulama, pejuang dan politisi. Sebagai ulama, Abdul Chalim pernah belajar ilmu agama kepada banyak kyai dan menimba ilmu di berbagai pondok pesantren. Setelah itu, mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai pejuang, kata Yandri, salah satu jejak perjuangan Abdul Chalim diabadikan menjadi hari santri. Karena pada 22 Oktober 1945, Abdul Chalim turut bergerak mengumpulkan massa, untuk berperang menentang kembalinya penjajahan Belanda dan Sekutu di Surabaya. Penggalangan massa tersebut, kata Yandri, dijalankan sesuai arahan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, yang mengumandangkan resolusi jihad. Sedangkan kapasitasnya sebagai anggota MPRS tahun 1955, membuktikan bahwa Abdul Chalim adalah seorang politisi.

Baca juga :   Kualitas KA PT. INKA Buruk, Wakil Ketua FPKS: Tiga Kementerian Harus Cari Solusi

“KH Abdul Chalim telah memberi contoh bahwa santri dan ulama tidak menghindari panggilan dunia politik. Dengan menjadi anggota legislatif kita berkontribusi secara maksimal membangun bangsa. Karena itu, bangsa Indonesia harus meneruskan semua perjuangan yang pernah dilalui KH Abdul Chalim, dengan mengangkatnya menjadi pahlawan nasional,” kata Yandri Susanto menambahkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri Susanto saat menyampaikan sambutan pada Seminar Nasional dengan tema Perjuangan KH. Abdul Chalim 1898-1972. Acara tersebut berlangsung di Gedung Yudha Bakti Negeri komplek Pendopo Bupati Majalengka, Kamis (30 Maret 2023). Tampak hadir pada acara tersebut, Gubernur Jawa Barat diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Jawa Barat Dedi Supendi. Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi MM, M. Pd, Wakil Bupati Majalengka Tarsono D. Mardiana. Juga jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka.

Baca juga :   Fadel Muhammad Dorong Pemda Miliki Branding yang Kuat untuk Tingkatkan Potensi Daerah

Ada enam pembicara yang turut menyampaikan makalahnya pada seminar tersebut. KH. Maman Imanulhaq M. Ag (anggota komisi VIII DPR RI), Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim MA (Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto), Dr. H. Muhammad Albarra Lc. M. Hum (Wakil Bupati Mojokerto), Prof. Dr Agus Mulyana M. Hum (Ketua Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia) dan Prof. Dr. H. Abdul Halim M.Ag (Guru Besar Sejarah UIN Sunan Ampel Surabaya).

Baca juga :   Para Pemangku Kepentingan Harus Proaktif Cegah Tindak Kekerasan Seksual di Lembaga Pendidikan

Selain jasa-jasanya itu, menurut Wakil Ketua Umum DPP PAN, Abdul Chalim bersama KH Abdul Wahab Hasbullah berjasa besar mendirikan Nahdlatul Ulama. Dan berkat campur tangannya, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), berhasil didirikan, bahkan bisa berkiprah hingga sekarang ini.

Karena itu, kata Yandri, upaya memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Abdul Chalim, harus usahakan bersama-sama. Sekaligus menjadi ikhtiar untuk merealisasikan slogan bahwa bangsa yang besar adalah yang menghormati jasa para pahlawannya.

“Insya Allah tidak ada rintangan, yang bisa menghalangi pengangkatan KH. Abdul Chalim menjadi pahlawan nasional. Karena jejak langkah, peninggalan dan saksi-saksi yang melihat kiprah serta perjuangan masih bisa ditemukan,” pungkas Yandri. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *