Warga Bayangkan Negeri Sakura, Bojonegoro Percantik Kota melalui Tabebuya dan Pule

  • Bagikan
MAKIN INDAH: Suasana jalan protokol, tepatnya di Jalan Untung Suropati yang sebelah kanan dan kirinya ditanam pohon Tabebuya dan Pule.

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan perawatan secara rutin setiap hari terhadap ribuan tanaman di perkotaan, termasuk tanaman Tabebuya dan Pule.

Tanaman Tabebuya setiap harinya memanjakan pemandangan warga Bojonegoro. Dengan keindahan Tabebuya dan Pule, untuk beberapa tahun mendatang, wajah Kota Bojonegoro akan semakin indah. Bunga yang merekah dan berjatuhan bak musim semi di negeri Jepang tersebut, membuat Bojonegoro sangat indah dan memukau, sehingga Bojonegoro layak dijuluki sebagai Sakura-nya Indonesia.

Devi Ila Rohmatin, 23, salah seorang warga Desa Semanding, Kecamatan Bojonegoro, mengaku respek dengan gebrakan Pemkab Bojonegoro menanam pohon Tabebuya dan Puie di sepanjang jalan protokol Bojonegoro yang telah dibayangkan seperti di Negeri Jepang, sehingga Devi menyebut kota yang dilintasi Bengawan Solo ini sebagai Sakura-nya Indonesia.

Suasana dnn kondisi tersebut, menurut Devi, semakin menambah keindahan dan eksotisme jalan protokol di Kota Angling Dharma ini. Sejak tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memulai penanaman pohon yang memiliki nama latin Tabebuya ini.

Baca juga :   Ketua TP PKK Bojonegoro Tinjau Pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran 2 di Desa Papringan

Berdasarkan data Dinas PKP Cipta Karya, telah ditanam kurang lebih 2.442 pohon Tabebuya dan Pule pada 2022. Rinciannya, 1.868 pohon Tabebuya dan 574 pohon Pule. Pohon-pohon tersebut ditanam di 12 ruas trotoar, di antaranya di Jalan Basuki Rahmat, Jalan Dr. Cipto, Jalan Imam Bonjol, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Panglima Polim.

Selain itu, juga ditanam di Jalan MH. Thamrin Barat, Jalan Pemuda, Jalan Untung Suropati, Jalan MH. Thamrin Timur, serta Jalan. Hasyim As’hari Ruas trotoar lain yang ditanam pohon Tabebuya dan Pule ada di Jalan KH. Mas Mansyur dan Jslan Hayam Wuruk.

Pada tahun 2023 saat ini, total penanaman Tabebuya dan Pule ada sejumlah 587 pohon di lima (5) ruas trotoar. Rinciannya, 432 pohon Tabebuya dan 155 pohon Pule. Kelima ruas trotoar tersebut di Jalan Teuku Umar, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Dr. Cipto, Jalan Pahlawan, dan Jalan. Hasyim As’hari.

Baca juga :   Peringati Hari Ibu, Sekda Bojonegoro Sampaikan Amanah Penting Peran Perempuan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui Kepala Bidang Persampahan Ramada HM menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa melakukan perawatan pohon pohon yang ditanam di perkotaan, terutama Tabebuya dan Pule.

Dengan melakukan penyiraman sebanyak lima armada tanki air dengan jumlah 2000 liter per tanki setiap harinya. “Total armada pengiriman itu kurang lebih ada lima. Itu rutin mulai dari perkotaan hingga di luar kecamatan kota, dengan 2000 liter per tanki.” ungkap Ramada kepada INDOSatu.co, Selasa (5/12).

“Penyiraman Mulai dari Kecamatan Kapas ke timur, terus Dander ke selatan, mulai dari Kalitidu sampai ke barat juga ada.” tambah Ramada.

Selain itu, Rama, sapaan akrabnya, mengaku terus berkoordinasi untuk melakukan pengecekan terhadap tanaman yang ada di kota. Ia juga mengatakan bahwa tanaman Tabebuya tergolong mudah sekali perawatannya. Pemupukan Tabebuya sendiri dilakukan selama satu Minggu sebelum penanaman.

Baca juga :   Bupati Bojonegoro Berharap Stunting Turun Capai Target 2,3 Persen di Bulan Agustus

“Jadi, kalau semisal ada tanaman mati, kita ganti, tergantung kondisi tanaman tersebut. Ada tanaman yang masih bagus, ada juga yang perlu penanaman lebih lanjut, kami rutin melakukan penyiraman,” kata Rama.

Ramada juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk bersama-sama menjaga lingkungan, terutama pohon pohon yang ditanam di sepanjang trotoar jalan protokol. Imbauan dan pesan untuk warga masyarakat Bojonegoro, kata dia, agar bersama sama menjaga dan merawat tanaman yang berfungsi untuk mempercantik dan menambah keindahan kota.

”Juga yang terpenting, jangan sampai warga membuang sampah di dekat area tanaman tersebut. Buang lah sampah pada tempatnya,” pungkas Rama. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *