Video Bukan Muhrim Beredar, Diduga Anggota DPRD Bojonegoro, Umar Siap Dalami dan Klarifikasi

  • Bagikan
TIDAK PANTAS: Penampakan video TikTok bergambar seorang lelaki memangku perempuan cantik rambut pirang yang bukan muhrimnya menggegerkan publik Bojonegoro. Diduga lelaki tersebut adalah anggota DPRD Bojonegoro. Kini video jadi gunjingan publik Bojonegoro.

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Publik Bojonegoro gempar. Penyebabnya, tersebar sebuah video TikTok bergambar seorang pria berkaos hitam yang sedang memangku wanita cantik berbaju putih dengan rambut bercat pirang. Penampakan sekilas, sepasang yang diduga bukan muhrim itu sedang menampakkan kemesraan layaknya suami-istri.

Diduga, pria tersebut adalah anggota DPRD Bojonegoro yang berinisial ADP. Dia menjadi salah satu anggota DPRD Bojonegoro dari PKB. Video tersebut menyebar dengan sangat cepat. Dalam video tersebut, oleh pengunggahnya diberi keterangan open Book Order atau BO, Senin (24/4).

Dalam unggahan salah satu akun TikTok yang bernama @sihtaiiii itu, mengunggah video dengan keterangan di dalam video tersebut menyebutkan “Wajah tikus berdasi yang suka open BO, DPRD Bojonegoro nih senggol dong.”

Dalam keterangan lanjutan di video tersebut juga mengatakan “Menggunakan uang rakyat untuk menikmati wanita open BO” tulis dalam video di akun tersebut. Video tersebut dibanjiri komentar miring dari publik. Maklum, anggota DPRD yang mestinya menjadi panutan, tersebar luas memangku wanita yang bukan muhrim.

Baca juga :   Jadi Lembaga Hukum Paling Dipercaya Publik, Sahroni: Kejagung Tidak Boleh Terlena

Lantas siapa ADP, anggota DPRD Bojonegoro dari PKB tersebut yang bikin geger publik Bumi Angling Dharma itu? Berdasarkan hasil penelusuran pada website dprd.bojonegorokab.go.id, disebutkan dalam website tersebut, dalam pemilu 2019 lalu, PKB Bojonegoro berhasil menempatkan 10 kadernya di lembaga legislatif. Inisial ADP yang dimaksud lebih mendekati nama Agus Dita Pratama. ADP yang beralamat di Desa Jono, Kecamatan Temayang itu sendiri lolos ke gedung DPRD Bojonegoro melalui dapil Bojonegoro IV.

Selain Agus Dita Pratama, partai berlambang jagat dilingkari sembilan bintang itu juga menempatkan nama Abdulloh Umar, Ahmad Shofiuddin, Muhammad Rozi, Nafik Sahal, Sutikno, Imam Sholikin, Ahmad Sunjani, Miftahul Huda, dan M. Suparno.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro, Abdulloh Umar ketika dikonfirmasi INDOSatu.co mengaku belum tahu video bergambar anggota DPRD Bojonegoro asal PKB yang sedang memangku wanita cantik berambut pirang yang bukan muhrimnya itu.

“Jadi gini, satu. Saya masih belum bisa konfirmasi dengan yang bersangkutan, karena masih belum bisa kita hubungi. Jadi, kita belum bisa memastikan itu betul atau tidak? Apakah itu asli atau editan?,’’ kata Umar kepada INDOsatu.co, Senin (24/4).

Baca juga :   Silaturrahmi ke MUI, Pendeta Gilbert Sampaikan Permintaan Maaf kepada Umat Islam

Umar lalu meminta kepada semua pihak agar lebih bijak menyikapi beredarnya video bergambar yang diduga anggota DPRD Bojonegoro dari PKB tersebut, yang dikaitkan dengan situasi dan kondisi di Bojonegoro. Apalagi, sebentar lagi akan mendekati tahun politik.

‘’Ini kan tentu PKB menjadi sasaran tembak karena PKB kan partai pemenang (Pemilu, Red) di Bojonegoro,” kata pria yang juga Sekretaris DPC PKB Bojonegoro itu.

Yang kedua, kata Umar, pihaknya memastikan akan mendalami lebih dulu, apakah video bergambar itu benar ADP, apa tidak, Umar lagi-lagi mengaku belum tahu. Umar juga mengaku belum mengonfirmasi pria yang diduga ADP tersebut.

‘’Dan kita juga belum menerima klarifikasinya. Kita akan mintai klarifikasi untuk menjelaskan sebenarnya yang terjadi seperti apa. Ini kan tahun politik, tentu bisa saja itu tidak benar. Kita kan perlu memastikan siapa dalam video bergambar itu? Dan juga siapa yang mengunggah. Kan kita itu tidak bisa menduga-duga, Mbak,’’ kata Umar.

Baca juga :   Terpilih Jadi Ketua Umum Dai’yat Parmusi, Fahira Bertekad Cetak Muslimah Tangguh dan Berilmu

Yang pasti, Umar meminta semua pihak tidak berspekulasi terlebih dahulu. DPRD Bojonegoro akan meminta klarifikasi terkait dengan hal tersebut. Pihaknya perlu mendapat penjelasan lebih lengkap.

‘’Sekali lagi, karena ini menjelang tahun politik, PKB akan menjadi sasaran tembak. Itu pasti lah,’’ kata Umar.

Kecuali, kata Umar, kalau video itu diunggah oleh ADP sendiri. Karena itu, pihaknya tidak bisa bicara banyak karena belum tahu kebenarannya terkait video tersebut, apakah itu saudara Dita atau siapa, Umar mengaku perlu meminta penjelasan lebih detil.

“Akan kita konfirmasi yang terduga (ADP, Red) itu. Saya akan minta penjelasan, apa yang dilakukan dan sebagainya itu akan kita meminta klarifikasi yang bersangkutan,” kata Umar.

Umar mengaku tidak bisa berasumsi atau menduga-duga, kecuali kalau pihaknya sudah mengetahui informasi yang sebenarnya terjadi seperti apa.

“Jadi, jangan terburu buru mengambil kesimpulan, karena tahun-tahun ini tahun politik, siapa tahu ada orang iseng mengedit atau merekayasa, kan kita juga tidak tahu tho?,” kata Umar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *