Usulkan Sanksi Terhadap Ridwan Hisjam, Sekwankar Partai Golkar: Firman Tak Punya Kapasitas

  • Bagikan
TIDAK PANTAS: Sekretaris DEwan Pakar Partai Golkar, Prof. Razuni menilai, usulan sanksi untuk Ridwan Hisjam yang dilontarkan Firman Subagyo dinilai berlebihan.

INDOSatu.co – JAKARTA – Statemen Firman Subagyo, agar kader Partai Golkar yang mengusulkan musyawarah luar biasa (munaslub) bisa mendapat sanksi memantik respon di internal Partai Golkar. Sekretaris Dewan Parkar (Sekwankar) Partai Golkar, Prof. Ganjar Razuni, misalnya. Ganjar mengaku menyesalkan pernyataan Subagyo yang mengusulkan agar politisi senior Partai Golkar yang juga anggota DPR RI Ridwan Hisjam untuk dipecat.

Menurut Ganjar, Firman adalah Wakil Ketua DPP Partai Golkar Bidang Penanggulangan Bencana, bukan bidang hukum. Karena itu, jika Firman mengusulkan pemecatan Ridwan Hisjam, jelas bukan ranahnya. Lagi pula, ungkap Ganjar, atas dasar apa Firman punya usul (sanksi pemecatan, Red) seperti itu.

”Yang pasti, FS tidak punya kapasitas mengusulkan pemecatan terhadap Pak Ridwan Hisjam. Terkait usulan FS tidak punya kompetensi kewenangan untuk mengusulkan hal semacam itu,” ujar Ganjar dalam keterangan resminya, Selasa (18/7).

Baca juga :   Sidoarjo Jadi Lautan Manusia, Mlaku Bareng AMIN Dihadiri 1,2 Juta Warga Jawa Timur

Menyikapi polemik belakangan ini, pengurus DPP Partai Golkar mestinya harus berterima kasih kepada Ridwan Hisjam karena telah mengingatkan agar Partai Golkar berjalan sesuai dengan keputusan organisasi. Yang dilakukan Ridwan Hisjam justru sebagai kader yang peduli terhadap nasib partainya.

”Masak ada kader partai yang peduli malah diberi sanksi. Betapa jahatnya Partai Golkar. Apa kata publik terhadap Partai Golkar?,” kata Ganjar.

Di DPP, kata Ganjar, Firman bukanlah pengurus di Bidang Hukum dan bukan pula Majelis Kehormatan DPR, jika dalam kaitannya Ridwan Hisjam sebagai Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, jelas tidak pas dan bukan pada tempatnya.

“Di DPP Partai Golkar, FS ini hanya sebagai Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, sehingga usulannya itu menimbulkan pertanyaan terkait, dalam kapasitas apa usulan itu disampaikan,” ujar Ganjar.

Baca juga :   MK Hapus Ambang Batas Capres: Jalan Terbuka untuk Anies Baswedan

Sementara itu, Dewan Pembina Partai DPD Partai Golkar Jawa Timur Yusuf Husni juga menyampaikan hal yang sama. Ia tak setuju dengan usulan yang disampaikan Firman. Menurut Yusuf, usulan tersebut merupakan kecerobohan dan kesalahan yang besar.

Selain tidak punya kapasitas, usulan pemecatan Ridwan Hisjam justru akan memperburuk suara Golkar. Sebab, Ridwan merupakan salah satu kader senior Golkar di Jawa Timur, yang sudah lama berkiprah membesarkan Golkar, di Jawa Timur dan berkiprah di kancah nasional.

“Pak Ridwan Hisjam itu adalah kader ideologi Partai Golkar, dan kader senior yang sampai saat ini masih terus berkiprah bekerja untuk kemajuan Golkar. Karena itu, salah alamat kalau sampai mengusulkan Ridwan untuk dikenakan sanksi pemecatan,”ujar Husni.

Baca juga :   Kunjungi Kantor DPTP PKS, Anies-Imin (AMIN) Disambut Lagu Ya Lal Wathan

Menurut Husni, kader-kader Golkar di Jatim jelas tak setuju dengan usulan tersebut. Ridwan disebut masih sangat dihormati, ia merupakan mantan Ketua DPD Partai Golkar Jatim yang telah berhasil membawa suara Golkar di Jatim naik 45 persen.

“Menurut hemat saya, mengusulkan Ridwan Hisjam dipecat itu sama saja menurunkan elektabilitas Partai Golkar di Jatim. Ini bukanlah keputusan yang tepat memberikan sanksi terhadap beliau. Soal perbedaan pendapat politik di Golkar, itu hal yang wajar,” jelasnya.

Diketahui nama Ridwan Hisjam sebagai anggota Dewan Pakar sebelumnya ramai dibicarakan, sebab ia disebut orang yang mengusulkan adanya Munaslub Partai Golkar, jika Airlangga Hartarto tak jadi sebagai Cawapres. Ia juga menyoroti elektabilitas Golkar yang kini menurun, sehingga perlu dilakukan perubahan. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *