INDOSatu.co – SEMARANG – Ratusan umat Hindu di Kota Semarang melakukan doa bersama di Pura Girinatha, Rabu (10/11) . Peringatan Hari Raya Galungan ini dipimpin oleh Mangku Gede Nyoman Wedu. Dalam doanya, umat meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 segera berakhir, serta mendoakan para pahlawan agar amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Ketua PHDI Kota Semarang, I Nengah Wirta Darmayana mengatakan, hari ini merupakan Hari Raya Galungan atau kemenangan Dharma melawan A Dharma. Artinya, hari Raya Galungan itu mempunyai fungsi spiritual, supaya menyatukan dengan pikiran, sehingga pikiran menjadi terang.
“Pikiran yang terang itulah yang disebut dengan Dharma, Jadi, pikiran kita bioparaning idep atau pikiran yang kemana-kemana itulah yang disebiut dengan A Dharma,” katanya.
Dengan melaksanakan Galungan dan rangkaiannya yang dimulai dari 25 hari dari hari H, kata Nyoman, 25 hari itu merupakan ungkapan rasa syukur kepada Sang Yang Widi dengan harapan agar tumbuh-tumbuhan dan alam bisa memberikan kesejahteraan bagi manusia sebelum menghadapi Hari Raya Galungan.
Sugihan Jawe berarti mensucikan alam sekitar, kemudahan hari berikutnya ada Sugihan Bali, yang artinya mensucikan di dalam diri kita sendiri. Penyajahan benar-benar tenahan, yang artinya suci sampai kepada hari Galungan.
Setelah itu, kata dia, ada Penambahan atau dalam Bali simbolnya Babi yang disembelih merupakan simbol kemalasan, kebinatangan, serta nafsu-nsfsu yang tidak baik harus dihilangkan dan tiba lah saatnya umat merayakan Hari Raya Galungan.
“Setelah Hari Raya Galungan ada peringatan hari raya lainnya yang intinya memanfaatkan, bahwa kita harus mempertahankan hati yang sudah suci, dipertahankan dan itu merupakan esensi dari Hari Raya Galungan,” pungkasnya. (*)