INDOSatu.co – JAKARTA – Prestasi membanggakan diukir SMP Negeri 1 Kemabangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sekolah dengan sebutan SNESAKEM tersebut meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh kepala Badan P2SDM Kementerian Lingkungan Hidup, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta pada Senin-Selasa (1-2/10).
Dinas Pendidikan Pemkab Lamongan memang patut berbangga dengan capaian SNESAKEM tersebut. Penghargaan tersebut diberikan bukan hanya karena sekolah itu mencintai dan memiliki program cinta lingkungan, tetapi mereka harus mempu menciptakan hidup dan budaya bersih. Padahal, tidak semua sekolah mampu menjalankan dua pekerjaan sekaligus tersebut.
Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional merupakan penghargaan yang diberikan oleh dua kementerian sekaligus. Yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendikbud Ristek. Karena itu, tak heran jika saat acara penyerahan penghargaan berlangsung, juga dihadiri Sekda Lamongan M. Nalikan dan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif.
”Alhamdulillah, penghargaan ini saya dedikasikan kepada keluarga besar SNESAKEM, Dinas Pendidikan, dan tentu juga kepada Pemkab Lamongan,” kata Kasek SMPN 1 Kembangbahu, Ibnu Yaqson kepada INDOSatu.co usai menerima penghargaan, Rabu (2/10).
Yaqson mengaku bersyukur SNESAKEM bisa mempertahankan gelar sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2019. Semangat untuk emmpertahakan capaian dan prestasi tersebut tidak kendor karena memang sudah menjadi tekad bersama untuk berbuat yang terbaik untuk SNESAKEM. ”Dengan semangat kebersamaan itulah, SNESAKEM melaju ke tingkat nasional,” kata Yaqson.
Saat mampu mempertahankan prestadi Adiwiyata tingkat Jawa Timur serta dinyatakan melaju ke tingkat nasional, Yaqson mengumpulkan semua stakeholder di SNESAKEM. Dia tidak ingin kesempatan mengikuti gelaran ditingkat nasional hanya sewremonial belaka. Karena itu, dia langsung membentuk kepanitiaan, khusus untuk menangani Adiwiyata tingkat Nasional tersebut.
”Istilahnya, jangan sampai kita hanya menjadi penonton tanpa raihan prestasi,” kata Yaqson singkat.
Sedangkan kepanitiaan internal tersebut, yakni Drs. Ibnu Yaqson, M. Pd sebagai penanggungjawab; A. Hasan Mudlofar, S. Pd, sebagai ketua; Suwiyantoro,M.Pd,.sebagai wakil ketua; daN Rizky Andrianto, sebagai (sekretaris. Kepanitian tersebut bertugas untuk melakukan monitorng sekaligus pengawasan selama mengikuti proses penilaian Adiwiyata tingkat Nasional tersebut.
”Kuncinya ada pada sikap kebersamaan dan tekad berbuat yang terbaik buat SNESAKEM,” kata Yaqson.
Sekda Pemkab Lamongan M. Nalikan mengapresiasi penghargaan yang telah diraih SNESAKEM, yakni meraih prestasi sebagai sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Kata nalikan, tidak semua sekolah bisa menggapai prestasi tersebut. Sebab, kata Nalikan, penghargaan tersebut merupakan gabungan cinta lingkungan hidup sekaligus cinta budaya bersih. ”Sekali lagi, selamat buat SMPN 1 Kembangbahu,” kata Nalikan.

Karena itu, Nalikan berpesan agar SNESAKEM terus melakukan berbagai inovasi lainnya demi mengharumkan citra dan nama baik sekolah. Banyak yang bisa dilakukan untuk mengukir prestasi. Apalagi, di era yang serba digital seperti sekarang ini, sekolah dituntut untuk terus melakukan kreativitas dan inovasi.
”Pemkab Lamongan, melalui Dinas Pendidikan akan selalu men-support lembaga pendidikan untuk mengukir prestasi, baik tingkat prestasi tingkat regional, nasional, maupun internasional,” kata Nalikan.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif. Munif mengaku ikut bersyukur dan bangga atas capaian SMPN 1 Kembangbahu. Untuk meraih prestasi Adiwiyata tingkat Nasional tidaklah mudah. Perlu sikap yang konsisten untuk menjalankan terhadap program yang telah ditetapkan. ”Ini (Adiwiyata tingkat Nasional, Red) prestasi luar biasa,” kata Munif singkat.
Meski demikian, Munif juga berpesan SNESAKEM memiliki tanggungjawab besar bagaimana prestasi yang sudah divcapai itu mampu dipertahankan. Mempertahankan itu lebih sulit daripada merebut. Karena itu, prestasi Adiwiyata tingkat Nasional harus dipertahankan. dan prestasi SNESAKEM ini bisa ditularkan kepada sekolah lainnya,” pungkas Munif. (*)