Tutup Muktamar, Wapres Ma’ruf Amin Berharap Pemilu 2024 Tidak Mengoyak Persatuan Bangsa

  • Bagikan
PEMILU JADI PEMERSATU: Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin saat menutup rangkaian Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Edutorium, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Ahad (20/11) malam.

INDOSatu.co – SURAKARTA – Muhammadiyah didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan karena didorong oleh semangat dan jiwa pembaharu dalam diri Kyai Dahlan untuk memperbaiki kondisi umat Islam yang saat itu statis dan tidak berkembang. Visi Islam berkemajuan memang menjadi hakikat kelahiran dan napas perjuangan organisasi Muhammadiyah.

Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin saat menutup rangkaian acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ahad (20/11) malam.

Baca juga :   Sekjen PKS Optimistis Pasangan Anies-Imin Raup Banyak Suara di Jawa dan Luar Jawa

Dengan demikian, kata mantan Ketua Umum MUI Pusat ini, visi Muhammadiyah sejalan dengan visi bangsa Indonesia yang saat ini tengah diperjuangkan, yaitu mewujudkan Indonesia Emas 2045, bangsa yang maju.

Indonesia Emas, kata Ma’ruf, didirikan oleh kualitas manusia yang unggul serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, rakyat yang jauh lebih sejahtera secara merata, serta ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan yang kuat dan berwibawa.

Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin juga sempat menyinggung Pemilu 2024. Ia mengingatkan sekaligus berharap agar penyelenggaraan pemilu tidak mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga :   Disambut Puluhan Ribu Pendukung, Anies Kampanye di Stadion Agus Salim, Padang

“Sebaiknya dan saya berharap Pemilu 2024, baik pilpres, pileg, maupun pilgub, tidak mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan partai, perbedaan capres, sebaiknya tidak membelah keutuhan bangsa ini,” ucap Ma’ruf.

Indonesia, kata Ma’ruf, dikenal sebagai bangsa yang paling moderat di dunia. Bahkan, kata dia, model toleransi di Indonesia menjadi model di tingkat global. Model toleransi di Indonesia banyak dijadikan rujukan belajar di tingkat global.

Baca juga :   Kuota Terpenuhi, Kemenag Ingatkan Masyarakat Tak Tergiur Tawaran Haji dengan Visa Lain

Selain itu, kata Ma’ruf, Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki peran ekonomi dan sosial yang besar di seluruh negeri. Termasuk menggerakkan sumber daya umatnya dan menjadikannya kekuatan pembangunan bangsa.

“Muktamar Muhammadiyah tahun ini semakin meneguhkan peran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam memberikan sumbangan mewujudkan kemajuan seperti yang diharapkan, menyampaikan dakwah. Sekali lagi, selamat dan sukses atas terselenggaranya Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah, beserta hasil-hasil yang diputuskan dalam muktamar,’’ ucap Kyai Ma’ruf Amin. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *