INDOSatu.co – SIDOARJO – Dokter Tjatur Prijambodo, direktur Rumah Sakit Aisyiyah Siti Fatimah, Tulangan, Sidoarjo, punya resep mujarab menghadapi pandemi Covid-19. Apa itu? Menurut dia, ada dua aspek menghadapi pandemi saat ini. Yakni aspek medis dan teologis.
Pernyataan itu diungkapkan Tjatur Prijambodo menyikapi semakin tingginya resiko masyarakat terpapar Covid-19. Sebab, makin hari, jumlah masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat. ‘’Jadi, menurut dua aspek (medis dan teologis) itulah cara jitu menghadapi pandemi saat ini,’’ kata Tjatur.
Jika hanya mengedepankan aspek medis saja, kata dia, yang terjadi adalah kesombongan. Pun sebaliknya, kata dia, jika hanya aspek teologis yang dilakukan, maka yang terjadi adalah kesalah-pahaman. ‘’Karena itu, harus dua-duanya,’’ kata Tjatur.
Covid-19, lanjut Tjatur, termasuk jenis penyakit yang self limiting disease. Penyakit yang bisa disembuhkan diri sendiri, jika imunitas atau daya kekebalan tubuh sangta baik. Karena itu, ungkap dia, senjata utama menghadapi Covid-19, yakni tetap menjaga imunitas tinggi. Untuk itu, jelas dia, ada enam hal ikhtiar medis yang harus dilakukan, yakni istirahat cukup, tidur tidak terlalu larut malam, makan dengan gizi seimbang, minum air minimal 1,5 liter, olahraga atau aktivitas ringan di rumah, dan minum multivitamin atau probiotik.
Sedangkan ikhtiar teologis, kata dia, ada lima hal yang perlu dilakukan, yakni memperbanyak istighfar, memperbanyak sedekah, sabar terhadap semua skenario Allah SWT, banyak zikir, dan selalu berdoa.
Kendati sudah menjalankan dua aspek tersebut, mematuhi protokol kesehatan harus tetap dilakukan. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas, dan menghindari makan bersama selain keluarga di rumah.
‘’Tetaplah bersabar dengan menjalankan protokol medis dan teologis. Insya Allah kita akan dihindarkan dari penyakit apapun dan akan diberi kesehatan yang optimal. Memperbanyak istighfar, ungkap dia, akan membuat hati menjadi bersih, yang tentu akan meningkatkan sistem imun. “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” pesan dia seraya mengutip salah satu ayat Alquran. (*)