Terpacu Hindari Bayar UKT, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Lulus Sarjana Tercepat di UGM

  • Bagikan
BIKIN BANGGA: Alfredo Dwiputra Ardiansyah. (dua dari kiri) bersama kedua orang tua dan saudaranya (paling kanan) usai diwisuda bersama 1.421 sarjana di Grha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta, belum lama ini.

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Keseriusan membuahkan prestasi gemilang. Itulah yang diarasakan Alfredo Dwiputra Ardiansyah. Edo, panggilan akrabnya, merengkuh gelar sarjana prodi Ilmu Komunikasi, Fisipol UGM, yang ditempuhnya dalam waktu yang sangat cepat. Edo pun diwisuda bersama 1.421 wisadawan UGM lainnya.

Pada wisuda yang berlangsung di Grha Sabha Pramana, ia dinobatkan menjadi wisudawan dengan masa studi tercepat yaitu lulus sarjana dalam waktu 3 tahun 2 bulan 16 hari. Padahal rerata masa studi lulusan Program Sarjana adalah 4 tahun 1 bulan.

Edo mendapat predikat sebagai lulusan tercepat di luar dugaan. Selama kuliah, ia hanya fokus menargetkan untuk bisa lulus sesegera mungkin agar bisa mandiri secara keuangan dan tidak membebani orang tua.

Baca juga :   Uji Mahasiswa Doktor Hukum UNPAD, Bamsoet Ingatkan soal Regulasi Hak Cipta Jurnalistik

“Waktu itu goal saya, yaitu bagaimana agar tidak membayar UKT di semester depan, tentu dengan lulus sebelum memasuki semester berikutnya,” ujar Edo.

Keinginan untuk bisa menyelesaikan kuliah mendorongnya untuk mengerjakan tugas akhir sesegera mungkin. Mengangkat topik skripsi berdasarkan studi kasus dari bisnis yang tengah ia rintis. Judul skripsi yang ia pilih, yakni Strategi Pembuatan Rebranding Campaign pada Startup CarbonEthics. Edo mengaku beruntung dibimbing oleh Masageng Widagdha Prasarana sebagai dosen pembimbing karena merasa terbantu dan dibimbing selama pengerjaan tugas akhir.

Baca juga :   Raih Akreditasi Unggul, UMSurabaya Menuju World Class University

Selain terbantu dalam pengerjaan tugas akhir, suasana pertemanan dengan sesama mahasiswa diakui Edo menjadi salah satu faktor terpenting di masa perkuliahan. Hubungan yang terjalin selama masa kuliah tidak hanya memberikan dukungan emosional, tetapi juga membentuk jaringan sosial yang berharga untuk masa depan.

“Saya merasa banyak kenangan bersama teman-teman dan saya selalu berprinsip jangan terjebak dalam drama yang tidak berarti,” kenangnya.

Soal tips untuk lulus sarjana lebih cepat, Edo memberi pesan untuk jangan pernah memaksa diri sendiri agar bisa lulus dengan cepat, melainkan menikmati setiap proses yang ada. “Enjoy every process and live in the moment, meskipun kamu sedang mengerjakan skripsi. Itulah mengapa topik skripsi harus sesuai dengan minat, sehingga kamu bisa enjoy mengerjakannya karena untuk apa kamu lulus cepat tetapi tidak tertarik dengan tugasnya,” ujar Edo.

Baca juga :   Lestari: Cegah dan Lindungi Peserta Didik dari Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan

Pasca menyandang gelar sarjana, Remaja asal Jakarta ini mengaku akan menggeluti keinginannya untuk bekerja di bidang bisnis dan marketing. Padahal, motivasinya selama kuliah awalnya ingin menjadi jurnalis. “Tapi ternyata setelah belajar lebih jauh di Ilmu Komunikasi UGM, saya menemukan minat saya di bidang marketing dan bisnis,” katanya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *