Terima Dubes Kamala Shirin, Haedar Serukan Amerika Peduli Kemerdekaan Palestina

  • Bagikan
BERSAHABAT BAIK: Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (kanan) dan Dubes Amerika untuk Indonesia Kamala Shirin Lakhdir (kiri) saat bersilaturrahim di Kantor PP Muhammadiyah di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/12).

INDOSatu.co – JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Kamala Shirin Lakhdir.

Bersama rombongan di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Selasa, 17 Desember 2024, Kamala disambut langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, MSi dan jajaran pengurus PP Muhammadiyah lainnya.

Mereka yang mendampingi Haedar, diantaranya Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni; Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief; dan Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin.

Baca juga :   Bantah Hasto, Syarief: Kerja Pak SBY Itu sesuai UU dan Terukur

“Secara terbuka kami meminta Amerika Serikat melalui Dubes Kamala untuk concern terhadap kemerdekaan Palestina,” kata Haedar dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/12).

Guru Besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu menegaskan, Muhammadiyah menghendaki perdamaian untuk semua bangsa. Khususnya konflik Israel dan Palestina, Muhammadiyah meminta solusi dua negara berdaulat.

Sebab, lanjut Haedar, Muhammadiyah tahu bahwa Amerika memainkan peran tentang hak asasi manusia, perdamaian, dan juga tatanan dunia baru. Karena itu, Amerika harus menyerukan perdamaian untuk kedua negara yang berkonflik tersebut.

Baca juga :   Menko Polhukam: Kedudukan MUI Kokoh, Tak Mudah Dibubarkan

Haedar menjelaskan, konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina berdampak luas sampai ke Indonesia dan ASEAN. Karena itu, banyak pihak harus berpartisipasi memberikan solusi untuk mengatasi masalah konflik kemanusiaan ini.

“Kita juga berharap berbagai konflik termasuk yang di Rohingnya, Filipina, dan lain sebagainya cepat dicarikan solusi terbaiknya. Apalagi, Muhammadiyah juga mendirikan sekolah di Lebanon untuk penyintas konflik Palestina dan Israel,” kata Haedar.

Baca juga :   Launching Sehari, Gerakan Infak Pendidikan 111 Muhammadiyah Kumpulkan Rp 32 Miliar Lebih

Dalam pertemuan dengan Dubes, Haedar juga mengaku saling berbagi pengalaman tentang perkembangan Indonesia, khususnya tentang umat beragama di Indonesia yang begitu majemuk tersebut.

“Muhammadiyah pada dasarnya sesuai dengan kepribadiannya, yakni bersifat inklusif untuk bekerja sama dengan berbagai pihak,” pungkas Haedar. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *