INDOSatu.co – BOJONEGORO – Sebanyak 68 CJH (Calon Jamaah Haji) Kabupaten Bojonegoro diberangkatkan dari Kantor Kemenag (Kementerian Agama) setempat dengan dua armada bus pada Kamis (22/6).
Kepala Kemenag Kabupaten Bojonegoro, Abdul Wahid mengatakan, bahwa pemberangkatan CJH hari ini mengikuti dalam kloter 87, yang mana menjadi kloter sapu jagad dari kabupaten Bojonegoro menuju Asrama Haji Surabaya.
“Ini yang terakhir. Besok ini yang berangkat kloter 85, 86, 87, dan 88 sudah tutup closing. Jadi, tahun ini terbesar dalam sejarah haji di Bojonegoro karena hampir mencapai 1.800 CJH,” beber Wahid.
Bojonegoro, kata Wahid, menjadi kabupaten penyanggah jamaah mandiri. Diberangkatkan pada 22 Juni itu tambah hampir total 1.785 jamaah.
“Sekarang itu jumlah jamaahnya 68 tambahan jamaah, kita berangkat hari ini pada kloter 87. kloter ini sudah kami siapkan 3 hari yang lalu, administrasi sudah siap dan hari ini kita berangkatkan menuju asrama haji.” ungkap Wahid.
Disinggung terkait kendala apa saja yang dialami dalam mempersiapkan calon jamaah haji tahun ini, Wahid mengatakan bahwa, sebenarnya tidak ada kendala dalam penambahan kuota jamaah haji di tahun ini. Yang pasti, semua memang kerja serba cepat, namun tepat.
“Tambahan CJH ini tidak menjadi kendala ya. Jadi, yang longlist rata-rata estimasi tahun depan itu berangkat, itu rata-rata enjoy, Sudah lebih baik persiapan matang tahun depan.” tuturnya.
“Lha, yang agak kerja keras saat ini justru mencari longlist di bawahnya lagi, mana yang siap. Kita ambil yang siap kalau misalnya sudah pelunasan.” tambahnya.
Menurut Wahid, rata-rata jamaah ternyata hanya sanggup untuk mendaftar kuota saja, dan masalah pelunasan rata-rata belum siap. Meski demikian, Wahid menilai hal itu tidak menjadi masalah. Pihaknya juga sangat siap jika diminta untuk menyiapkan pemberangkatan jamaah haji dengan berapa pun jumlahnya.
“Nah kita cari itu, karena ini kesempatan. Jadi, berapa pun kita diperintah untuk menyiapkan pemberangkatan jamaah, kami siap.” tutur Wahid.
Selain itu, Wahid juga menambahkan terkait estimasi daftar tunggunya menjadi berkurang sebanyak 200-an. Karena itu, tahun depan pihaknya mohon agar jamaah yang tahun depan estimasinya berangkat tahun 2025 maka kurang lebih 200 CJH akan dinaikkan untuk berangkat di tahun 2024. “Karena estimasinya ini naik menjadi 200 CJH,” ungkap Wahid.

Wahid mengaku sangat mengapresiasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang selalu mengupayakan untuk mencari lobi di pemerintahan Arab Saudi terkait penambahan kuota jamaah haji yang berasal dari Indonesia demi menyelesaikan antrean panjang.
Menurut Wahid, yang dilakukan Menag tidak ada kata menyerah, tidak ada kata untuk tidak bisa karena tiga serangkai, yakni dari kementrian agama, kesehatan, dan juga imigrasi sudah bekerja sama untuk menyelesaikan persiapan administrasi haji.
“Dan ini memang tagline dari menteri agama untuk menyelesaikan antrean panjang dan ini perlu kita apresiasi. Pimpinan kita menteri agama luar biasa dalam mengupayakan lobi-lobi di Arab Saudi, sehingga kelebihan kuota dari manapun, dari negara Malaysia, Filipina, Singapura, kita ambil, kita siapkan untuk pemberangkatan,” beber Wahid.
Menurut Wahid, Kementerian Agama sudah sangat intens untuk menyelesaikan antrean panjang dengan kesiapan dan ketangkasan, dalam mempersiapkan jamaah haji dari Indonesia. Karena itu, dia berharap agar haji di tahun ini berhasil dan dipercaya oleh pemerintah Arab Saudi untuk menambah kembali kuota CJH yang berasal dari Indonesia. (*)