INDOSatu.co – LAMONGAN – Mendapat predikat sebagai lumbung pangan Nasional dan Provinsi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur disebut juara di bidang pertanian oleh Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.
SYL, sebutan Mentan tersebut, mengutarakan kepastian predikat untuk Lamongan itu saat melakukan panen raya padi bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Rabu (15/2).
Dengan luas tanam kurang lebih 62.448 hektare, pada Oktober 2022-Januari 2023, panen padi pertama di tahun 2023, mampu menghasilkan 7,3 ton per hektarenya. Mentan dan Bupati Yuhronur melangsungkan panen secara serentak. Sementara, harga per kilogramnya kisaran Rp 5,3 ribu sampai Rp 6,1 ribu.
“Kita optimistis panen raya padi di Lamongan kali ini berjalan dengan baik dan maksimal. Dan yang terpenting Lamongan mampu mempertahankan predikat lumbung pangan Nasional,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat menyampaikan sambutan selamat datang kepada Menteri Pertanian.
Usai memanen padi menggunakan mesin combine harvester, Mentan SYL dengan tegas mengatakan bahwa Kota Soto Lamongan masih menjadi juara di bidang pertanian.
“Lamongan masih menjadi sentra padi dengan hasil panennya yang luar biasa dan berlimpah,” tegas mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini.
SYL juga memaparkan bahwa ketersediaan padi cukup, bahkan bisa dikatakan overstock untuk menyambut bulan Ramadhan Maret mendatang.
Salah satu rahasia panen berlimpah ala Lamongan ialah menerapkan biosaka yang berbahan dari rumput liar. Biosaka sendiri difungsikan sebagai pembantu maksimalisasi kinerja pupuk. Biosaka dihasilkan dari rumput yang direndam air lalu diremas selama 15 menit hingga warnanya berubah menjadi kuning atau merah. Pemberian biosaka cukup disemprotkan ke udara sekitar tanaman saja. (*)