INDOSatu.co – LAMONGAN – Pemkab Lamongan terus merintis desa wisata untuk meningkatkan jumlah desa berjaya di Kota Soto tersebut. Kali ini, Lamongan kembali meresmikan desa wisata bukit telaga dan buah (Bulaga), Sabtu (27/8) di Desa Wisata Bulaga Puncak Wangi, Kecamatan Babat.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi yang berkesempatan meresmikan dan membuka wisata yang masih baru itu akan terus memberi dorongan dan diasistensi oleh Pemkab Lamongan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat.
“Warga Babat ayo semangat membangun wisata ini agar lebih dikenal wisatawan lokal maupun luar. Wisata ini saya yakini punya masa depan bagus untuk Lamongan,” tutur Pak Yes sapaan akrab Bupati Yuhronur.
Lebih spesifik, Pak Yes memberikan gambaran eksotika dari wisata Bulaga. Pasalnya, pada wisata Bulaga wisatawan dapat menikmati pemandangan alam sunrise dan sunset sekaligus, ditambah dengan adanya goa kelelawar di dalamnya.
“Bulaga ini luar biasa. Kita dapat menjumpai sunrise dan sunset sekaligus. Wisata alam ini juga dilengkapi goa dan terdapat kelelawar di dalamnya,” tambahnya pada kegiatan yang dibarengkan dengan penutupan Festival Gemari di Babat yang sudah dibuka mulai 25 Agustus lalu itu.
Pak Yes juga memberi apresiasi kepada Kecamatan Babat yang telah menggelar Festival Gemar Makan Ikan (Gemari) yang bertujuan untuk menambah gizi anak dan juga menurunkan stunting di Kabupaten Lamongan.
Beranjak dari Babat, pada hari yang sama festival unik juga digelar pertama kalinya di Lamongan. Yakni Festival Layangan Naga yang bertempat di Lapangan Centong di Desa Laren. Festival yang diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari Kaesidenan Bojonegoro meliputi Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban itu juga bertujuan untuk menarik wisatawan.
“Event sukses ini pasti akan menarik wisatawan untuk mengunjungi Lamongan. Karena itu, ini saya agendakan menjadi event tahunan. Semoga tahun depan cakupan wilayahnya lebih luas lagi,” ungkap Pak Yes yang juga berkesempatan menilik dan membuka festival yang akan berakhir pada 30 Agustus mendatang.
Perlombaan yang bersifat tim (berisi 15 orang per tim) itu akan dinilai melalui kerapian dari layangan yang diterbangkan, komposisi warna pada layangan, konsistensi terbangnya, dan keindahan di udara.
Tidak hanya itu. Festival Dayung Perahu Tradisional 2022 juga digelorakan di Desa Tejo Asri. Festival berskala lingkup desa itu diadakan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77. Meski hanya diperuntukkan warga desa setempat, justru Pak Yes takjub akan ide kreatif yang dimiliki warga. Selain untuk mengulang tradisi kuno, kegiatan tersebut juga mampu memanfaatkan bengawan yang menjadi destinasi wisata yang dikunjungi masyarakat.
“Festival dayung perahu tradisional ini megilan. Luar biasa masyarakat Tejo Asri. Kalian mampu memanfaatkan bangawan yang mati menjadi banyak dikunjungi orang,” kata Pak Yes yang juga bertindak membuka festival tersebut.
Dalam sambutannya, Pak Yes mengaku tertarik untuk menyusun agenda Festival Dayung Perahu Tradisional menjadi perlombaan rutinan dan berskala tingkat kabupaten. “Agendakan ini menjadi lomba tahunan di Lamongan, dan tingkatkan skalanya dengan cakupan kebih luas,” tegas Pak Yes.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut diikuti oleh 16 tim yang berasal dari 4 Dusun dari Desa tersebut. Terdapat tim putera dan tim puteri yang menguti perlombaan untuk merebutkan Juara 1 dan Juara 2, yang nantinya akan diumumkan langsung setelah acara usai. (*)