Tanggapi Usulan Denny soal Pemakzulan Presiden, Pimnas PKN Bela Presiden Jokowi

  • Bagikan
TIDAK BERDASAR: Sekretaris Jenderal Pimnas PKN, Sri Mulyono menilai, surat terbuka Denny Indrayana ke DPR agar segera melakukan pemakzulan Presiden Joko Widodo berlebihan dan tidak ada dasarnya.

INDOSatu.co – JAKARTA – Usulan Denny Indrayana yang meminta DPR/MPR segera memakzulkan Presiden Joko Widodo dinilai tidak beralasan. Pimnas Partai Kebangkitan Nasional (PKN) menyebut tidak ada alasan mendasar bagi DPR/MPR untuk memakzulkan Jokowi.

”Apa yang menjadi alasan terkait usulan (pemakzulan, Red) itu? Denny seperti pendekar mabuk saja,” kata Sekjen Pimnas PKN, Sri Mulyono dalam rilis resmi yang dikirim ke redaksi INDOSatu.co, Kamis (8/6).

Usulan Denny terkait pemakzulan Presiden Jokowi, kata Sri Mulyono, justru menabrak aturan sana-sini tanpa panduan disiplin bernegara dan berkonstitusi. Karena itu, Sri Mulyono memberi saran agar DPR/MPR tidak merespon usulan surat Denny yang dikirim secara terbuka tersebut.

”Jadi, sekali lagi, tidak alasan yang mendasar DPR/MPR memakzulkan Presiden Jokowi,” kata Sri Mulyono.

Baca juga :   Pekan Depan Rocky Gerung Laporkan Sentul City

Bukan hanya itu. Pimnas PKN juga menilai bahwa surat usulan Denny itu tidak tepat dikirim ke Pimpinan DPR, karena Denny jelas-jelas dia tidak punya standing politik terkait pemakzulan. Jika Denny serius, lebih baik mengirim suratnya itu, misalnya kepada Partai Demokrat yang sempat mengusungnya pada Pilgub Kalimantan Selatan.

”Apalagi, Denny juga punya hubungan khusus dengan Pak SBY,” kata Sri Mulyono.

Denny, kata Sri Mulyono, tinggal meyakinkan Partai Demokrat (PD) soal usulan pemakzulan tersebut. Dan. kata Sri Mulyono, biarkan PD yang akan mengusung dan memperjuangkan sikapnya terkait pemakzulan itu di DPR.

”Berpolitik lah dengan sikap yang terbuka dan ksatria. Jangan hanya plintat-plintut untuk bikin keruh dan terkesan testing the water saja,” kata Sri Mulyono.

Baca juga :   Cegah Stunting, Menko PMK Tegaskan Pernikahan Sedarah Harus di-Stop

Karena itu, Sri Mulyono meminta kepada para pemimpin partai politik (parpol) untuk berpikir strategis demi kepentingan bangsa dan negara serta kemajuan demokrasi yang produktif, bukan terbawa pada pertarungan kepentingan politik masing-masing yang sangat egoistik.

Manuver-manuver politik seperti yang dilakukan Denny Indrayana patut diduga hanyalah cara dari partai tertentu untuk membikin keruh dan gaduh politik demi mengambil keuntungan-politik sesaat.

”Di lain pihak, juga hanya menghasilkan permusuhan-permusuhan politik tak berkesudahan yang merugikan demokratisasi dan persatuan nasional,” kata Sri Mulyono.

Apa kaitan PKN membela kepentingan Presiden? Sambil tertawa ringan, Sri Mulyono mengaku tidak ada kaitan apapun dengan pembelaan partainya kepada Presiden Joko Widodo. Dia hanya memastikan bahwa hubungan PKN dengan presiden hanya karena sesama anak bangsa.

Baca juga :   Komisi I Minta Panglima TNI Harus Kembangkan Sistem Pertahanan di Indonesia

”Hubungan apa ya? Ya, mungkin karena presiden adalah pembina partai politik juga. Tidak lebih dari itu,” kata Sri Mulyono.

Hanya saja, diakui Sri Muyono, bahwa Pimnas PKN dalam waktu dekat akan menggelar Rakenas. Sebagai pembina partai politik, Sri Mulyono berharap Presiden Joko Widodo bisa menghadiri acara yang digelar partainya tersebut.

”Itu saja sih. Tidak ada kaitan apa pun PKN dengan Presiden. Dan saya berharap Pak Presiden bisa rawuh,” pungkas Sri Mulyono. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *