INDOSatu.co – BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengajak kader dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bisa bersinergi dengan dirinya untuk membangun Kabupaten Bojonegoro. Sebab, untuk membangun Bojonegoro, perlu kolaborasi dengan berbagai kalangan.
Ajakan Bupati Wahono tersebut disampaikan dihadapan kader dan alumni HMI saat buka puasa bersama yang digelar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Bojonegoro di Kediaman Sriyadi Purnomo, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Rabu (26/3).
Dalam sambutan pengantar singkatnya, alumni UII Yogyakarta itu mengungkapkan, bahwa banyak pekerjaan yang bisa dilakukan untuk Kabupaten Bojonegoro. Terutama penanganan masalah kemiskinan. Apalagi, kemiskinan di Bojonegoro jumlahnya juga lumayan tinggi.
”Mari kita membangun Bojonegoro, tanpa melihat label. Saya menganggap semua punya peran penting, dan saya juga tidak membeda-bedakan,” kata Bupati Wahono.
Bukan hanya itu. Sebagai orang orang satu di Bojonegoro, Bupati Wahono mengaku tidak anti kritik. Kritik menjadi bagian penting untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik. Meski demikian, Bupati Wahono juga meminta agar kritik tersebut juga disertai dengan solusi, bukan karena like and dislike.
”Saya ini terbuka saja. Setelah 10.00 malam, mau ngopi bareng, monggo saja. Pintu rumah saya terbuka untuk berdiskusi demi membangun Bojonegoro,” katanya.
Dalam acara buka puasa bersama tersebut, seperti biasa juga digelar diskusi dan kajian yang disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Sriyadi Purnomo, dan Yazid Mar’ie. Tak ketinggalan, juga diisi pidato iftitah yang disampaikan Ichwanuddin. Buka puasa bersama tersebut diikuti kurang lebih 150 kader dan alumni HMI.
Sementara itu, Koordinator Presidium MD KAHMI Bojonegoro, Muntafi’ah dalam sambutannya mengatakan, bahwa Presidium di masa kepemimpinannya satu tahun mendatang akan menghidupkan kajian dua bulan sekali.
Agenda tersebut menjadi rutinitas. Kajian tersebut meliputi banyak hal, terutama yang menyangkut kondisi mutakhir di Bojonegoro. Baik terkait organisasi maupun kegiatan yang berkaitan langsung dengan keumatan.
”Mohon dukungan apa yang menjadi program Presidium bisa berjalan dengan baik,” kata Muntafi’ah. (*)