INDOSatu.co – MADIUN – Statemen menarik datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf. Apa kata dia? Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu menyampaikan bahwa, dalam memilih pejabat, tidak usah memaksakan harus NU. Yang lebih penting, kata Gus Yahya, pejabat tersebut dapat berlaku adil dan amanah kepada seluruh rakyat.
Pernyataan tersebut diutarakan Gus Yahya saat mengisi ceramah wawasan kebangsaan usai Istighotsah Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-455 di Pendopo Ronggo Jumeno Caruban, Bangunsari, Mejayan, Madiun, Jawa Timur, Kamis (13/7) malam.
“Jadi, nanti-nanti itu kita ndak usah ngoyo–ngoyo (memaksakan). Pokoknya mencari pejabat yang harus NU, itu ndak usah. Yang penting adil. Kalau ada orang NU yang mampu, ya masyarakat, rakyat, akan melihat dan akan memperhatikan betul,” terang Gus Yahya dikutip INDOSatu.co dari nu.or.id, Jumat (14/7).
Karena itu, menurut Gus Yahya, yang penting bagi kader NU adalah menempa kemampuan, menempa kapasitas diri, menjaga kredibilitas, supaya dilihat secara positif oleh masyarakat atau rakyat. Sehingga, kalau rakyat harus memilih yang dilihat juga adalah orang-orang yang mampu dari kalangan kader-kader NU.
“Kalau ternyata tidak terpilih karena elektabilitas rendah, ya jangan nyalahkan NU, gitu ya. Jadi, dirinya sendiri kemampuannya seperti apa. Itu yang penting,” pinta Gus Yahya.
Selain itu, masih menurut Gus Yahya, jika kader NU sudah menjadi pemimpin harus menduduki kedudukan sebagaimana semestinya. Ketika menjadi bupati, mesti menjadi bupati seluruh penduduk di wilayahnya, bukan cuma bupati orang NU saja.
Sebelumnya, cucu Penulis Tafsir Al Ibriz KH Bisri Mustofa ini juga berpesan agar para kader NU harus mampu menjalankan tugas sesuai dengan tuntutan kewajiban, di mana pun kedudukan atau tempat yang dia emban di tengah masyarakat.
Gus Yahya pun mencontohkan Bupati Madiun H Ahmad Dawami Ragil Saputro, yang duduk di samping kirinya. Ia dikenal sejak muda aktif di organisasi sayap NU, Gerakan Pemuda Ansor dan Banser.
“Pak Dawami ini jelas kader NU. Ndak usah nanya ini NU asli atau naturalisasi. Ini jelas sudah pernah ikut pelatihan kader, lulus Diklatsar sampai Susbanpim atau apa, pegang sertifikat. Jadi, ini sudah karuan (pasti NU, Red),” ungkap kakak kandung Menag Yaqut Cholil Qoumas ini.
Tetapi yang lebih penting lagi dari sekadar kader NU, lanjut alumnus Pesantren Krapyak itu, bahwa H Dawami sebagai Bupati Madiun adalah bupati seluruh rakyat Madiun, bukan cuma bupati orang NU saja. “Dan Beliau menjalankan tugas dengan sekuat-kuatnya, seadil-adilnya untuk seluruh rakyat Madiun, bukan hanya untuk warga NU saja. Itu yang penting,” tegas Gus Yahya.
Gus Yahya hadir dalam Istighosah yang disiarkan secara langsung ini bersama Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf dan Bendum PBNU Gus Gudfan Arif. Hadir pula Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Madiun KH Mustaqim Basyari beserta para kiai, Wakil Bupati, Forkopimda, Kepala Kemenag, Ketua FKUB, Banom NU, dan warga Madiun. (adi/red)