Sukses Tangani 70 Persen Sampah, TPST Samtaku Dilirik Green Team Amerika Serikat

  • Bagikan
PEDULI LINGKUNGAN: Clint Shoemake, selaku Deputi Politik dan Ekonomi Amerika Serikat di Surabaya, mengungkapkan rasa bangga dan senang dapat berkunjung ke TPST Samtaku Lamongan

INDOSatu.co – LAMONGAN – Sampah menjadi persoalan serius di setiap daerah dan menjadi persoalan yang tidak pernah ada habisnya. Pemkab Lamongan mempunyai cara tersendiri dalam menangani sampah. Melalui inovasi Sampahku Tanggung Jawabku (Samtaku), Lamongan sukses menangani masalah sampah hingga 70 persen dengan menyisakan residunya saja.

Melihat keberhasilan yang dilakukan oleh Lamongan, Selasa (16/8), Green Team dari Perwakilan Pejabat Politik dan Ekonomi Amerika Serikat yang ada di Surabaya melakukan kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Sampahku Tanggung Jawabku (TPSP Samtaku) Lamongan.

Dalam kunjungan itu, Green Team ingin mengadopsi cara yang dilakukan Kabupaten Lamongan dalam menangani permasalahan sampah. Green Team sendiri merupakan tim Amerika Serikat di Surabaya yang fokus ke program-program perbaikan sistem dalam lingkungan di Surabaya.

Sejak diresmikan, TPST Samtaku Lamongan ini, selain menjadi tempat pengelolaan sampah, Samtaku juga sebagai tempat edukasi kepada masyarakat maupun pelajar. “Tahun 2020 kita sudah mulai beroperasi, dan dari awal kita tidak hanya dalam pengelolaan dan pemilahan sampah saja, tapi lebih dari itu. Samtaku ini kita jadikan sebagai tempat edukasi kepada masyarakat, pelajar, siswa untuk bagaimana mengelola sampah,” kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Baca juga :   Lamongan Raih Tiga Penghargaan Nirwasitha Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup

Selain menjalankan Samtaku, kata Pak Yes, sapaan akrab Bupati Yuhronur, bahwa Lamongan juga menggerakkan bank sampah yang lebih dari 900 unit yang tersebar di seluruh Lamongan. “Kita juga punya bank sampah, yang efektif dan berjalan dengan baik. Ini termasuk dalam suatu sistem dengan kegiatan di Samtaku ini, saat ini kisaran sekitar 900, atau diperkirakan hampir 1000 unit. Yang efektif memang 900 unit bank sampah,’’ tambah Pak Yes.

Lebih lanjut, Pak Yes juga membagikan kendala-kendala yang dialami saat mengoperasionalkan Samtaku ini. Kendala-kendala yang dihadapi memang ada di sarana prasarana untuk pengangkutan sampah dari masyarakat ke tempat ini dan juga kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di pinggir jalan maupun sungai,” kata Pak Yes.

Baca juga :   Terima SK dari Kemenkes RI, RSUD Soegiri Lamongan Resmi Jadi RSUD Pendidikan

Melihat efetifnya Samtaku yang mampu mengurangi sampah 60 ton/hari, Pemkab Lamongan akan mereplikasi TPSST Samtaku ini di Kecamatan Babat dan  Paciran. Tak hanya itu, Pemkab Lamongan juga terus berinovasi mengembangkan sistem di TPST Samtaku.

“Kami juga akan mengembangkan (Refuse Derived Fuel) di Samtaku ini, yang dapat digunakan sebagai pengganti batubara, dan kita akan mulai dan kembangkan tahun ini dan di tempat ini,” ungkap Pak Yes

Sedangkan Clint Shoemake, selaku Deputi Politik dan Ekonomi Amerika Serikat di Surabaya, mengungkapkan rasa bangga dan senang dapat berkunjung ke TPST Samtaku Lamongan. “Pagi ini saya bersama Green Team Surabaya ke sini, dan senang sekali bisa bertemu dengan Pak Bupati, maupun tim dari Reciki, Danone, serta teman-teman,” ungkap Clint

Baca juga :   Tingkatkan Angka Harapan Hidup Bersama PWRI, Bupati Lamongan Berharap ini...

Lebih lanjut Clint mengungkapkan, bahwa kedatanganya ke Lamongan hanya ingin mengadopsi sistem yang dijalankan Samtaku Lamongan. “Kedatangan kami ke Lamongan untuk melihat sistem di Samtaku ini atau mungkin nanti ada ide-ide yang bisa kami bawa ke Surabaya, bagaimana sistem itu berfungsi, dan kemungkinan nanti tidak sebesar di Samtaku, tapi mungkin lebih kecil,” ujar Clint

Keberhasilan Samtaku tentu tidak lepas dari peran kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama stekholder yakni PT Reciki Solusi Indonesia, Danone Aqua Indonesia, serta Dompet Dhuafa. Dimana mereka saling memegang peran penting dalam menjalankan TPST Samtaku Lamongan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *