INDOSatu.co – TUBAN – Ratusan massa yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar aksi demo di depan pintu masuk PT Semen Indonesia Group (SIG) Tuban pukul 09.00, Kamis (8/8) pagi.
Mereka menggelar aksi karena merasa tidak puas dengan perubahan statusnya mereka, dari pegawai dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) diturunkan menjadi harian lepas.
Dengan berubahnya status mereka tersebut, dipastikan akan berdampak dengan pendapatan mereka yang berada di bawah angka upah minimum kabupaten (UMK). Selain itu, dengan turunnya status itu, menjadikan mereka tidak bisa melakukan cuti. Sebab, dengan menjadi pegawai harian lepas, mereka tidak berhak menerima gaji jika tidak masuk kerja.
Duraji, kordinator lapangan (Korlap) aksi tersebut menegaskan, dirinya akan terus memperjuangkan kepentingan buruh dan siap menggelar aksi dengan massa yang lebih besar.
“Kami akan melakukan aksi terus-menerus, jika tuntutan kami masih tidak terpenuhi. Kami juga akan mendirikan tenda di sini seperti yang kami lakukan untuk anggota kami di PT sebelah (PT IKSG, Red), ” tegas Duraji yang juga menjadi pimpinan FSPMI kepada wartawan di lokasi aksi, Kamis (8/8).

Duraji menyayangkan, tidak ada pihak SIG yang menemuinya untuk diajak berdiskusi. Dia mengatakan akan menggelar aksi yang lebih besar jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh pihak manajemen.
Selang dua jam melakukan orasi di depan gerbang utama PT SIG, massa berpindah ke gerbang jalur produksi. Mereka melakukan blokade jalan, dengan harapan aksinya tersebut bisa berdampak pada produktivitas perusahaan. Namun hingga berita ini ditulis, pihak perusahaan belum memberikan keterangan kepada para demonstran atas tuntutan mereka. (*)