INDOsatu.co – JAKARTA – Statemen Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatai rakyat yang kritis seperti ekonom senior Rizal Ramli (RR) dengan bahasa”ngawur dan bodoh” di ruang publik, dianggap tidak pantas. Para akademisi pun merespons minor statemen Mahfud tersebut. Salah satunya Ubedillah Badrun.
Aktivis 98 itu menyayangkan sekaligus menyesalkan umpatan Mahfud tergadap Rizal Ramli tersebut. Padahal, keduanya sebenarnya punya hubungan baik ketika masih satu atap di pemerintahan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Rizal Ramli dipercaya menjadi Menko Perekonomian, sementara Mahfud MD menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).
“Saya jujur terkejut respon emosional Mahfud MD terhadap kritik Rizal Ramli, padahal keduanya sama-sama pernah ada di kabinet Gus Dur dan keduanya menjadi pemikir utama masa transisi saat itu,” ujar Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun dikutip INDOSatu.co dari akun twitter andry19633, Sabtu (7/1).
Ubedilah mengaku tak habis pikir karena Mahfud MD bisa mengatakan hal seperti itu kepada Rizal Ramli. Bahkan, umpatan itu disampaikan Mahfud MD bertujuan melawan Rizal Ramli, yang dikenal kritis terhadap pemerintah.
“Padahal RR (Rizal Ramli, Red) hanya mengatakan bahwa Mahfud itu tidak betul dan ‘ternyata bobot intelektual kawan saya Mahfud MD semakin merosot’. Jadi, sebenarnya narasi RR masih rasional dan sebatas kritik bahkan menyebut Mahfud sebagai kawan,” kata Ubedillah.
Untuk itu, Ubedilah meminta agar Mahfud MD untuk dapat membedakan antara kalimat “ngawur dan bodoh” dengan kalimat Rizal Ramli “tidak betul dan bobot intelektual kawan saya merosot”.
“Dari sisi kalimat kedua kalimat itu tidak setara dan kalimat RR masih tergolong sopan dan berbobot. Tetapi kalimat Mahfud justru terlihat emosional. Ini memang aneh sekelas Menko bahasanya seperti itu ya? Ada apa ya pada diri pak Menko Mahfud MD?” pungkas Ubedilah.
Sementara itu, ekonom senior Rizal Ramli justru santai menyikapi sifat Mahfud yang kekanak-kanakan dan emosional itu. Rizal Ramli juga mengakui punya hubungan yang dekat. Bahkan ketika dianalogikan seperti dekatnya kakak dan adik, RR menjawabnya dekat. ”Saya sih ketawain aja. Orang sudah tahu nggak bener, dia belain gitu loh,” kata Rizal Ramli kepada INDOSatu.co melalui sambungan ponselnya, Sabtu (7/1).
Rizal lalu mengingatkan hubungan kedekatannya itu tidak hanya dengan Mahfud, tapi juga dengan Luhut dan Mas Adie. Luhut Binsar Pandjaitan saat pemerintahan Gus Dur yang menjadi menteri Perindustrian dan Perdagangan, sedangkan Adie Massardie dipercaya menjadi juru bicara Presiden Gus Dur. Mereka saat itu adalah pengawal dan orang-orang kepercayaan Presiden Gus Dur. Karena itu, ketika ada yang tanya reaksi Rizal dibilangin goblok, ngawur, Rizal hanya tertawa saja.
Saking dekatnya dengan Mahfud, Rizal mengungkap memori ketika sama-sama duduk di kabinet Gus Dur. Saat itu, para jenderal mengeluh kepada RR. Mereka mengeluh karena Mahfud dianggap tidak gagah. Mereka tidak masalah dengan Menhan sipil, tapi yang gagah. Dan kalau periksa pasukan tidak olang-0leng, gagah seperti Prof. Yuwono. (Prof. DR. Juwono Sudarsono, Red).
Para jenderal itu, bahkan mau lobi ke Gus Dur supaya Mahfud MD digeser jadi menteri lain. Mendengar kabar miring itu, RR, sapaan akrab Rizal Ramli mengambil inisiatif, dengan mengirimkan Mahfud berapa jas brand Italy, selusin kemeja cotton oxford, dasi2, kaos kaki dan sepatu Italy.
”Ketawa kalau mengingat masa lalu,” kata Rizal Ramli dengan emoticon tertawa. (adi/red)