INDOSatu.co – LOMBOK – Guna menyambut kedatangan wisatawan manca ke Indonesia, diperlukan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Untuk mencapai tujuan tersebut, harus dibarengi dengan kesejahteraan para pekerjanya.
Karena itu, para pekerja yang sebelumnya tergabung dalam SP PAR mendeklarasikan Serikat Pekerja (SP) Parekraf di Mataram, Lombok, NTB (30/3), juga sekaligus mengkonfirmasi diri bergabung dengan KSPSI.
“Sebanyak 14 Pimpinan Daerah SP PAR dari 17 PD PAR yang bergabung, di antaranya dari Bali, NTB, Jakarta, Jogjakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan,’’ Kata Djoko Susilo, yang sebelumnya Pimpinan SP PAR KSPSI.
Menurut Theo Tulung, sesepuh Gerakan Serikat Pekerja Pariwisata, rencana deklarasi itu merupakan bagian keinginan anggota agar Pekerja Pariwisata ikut ambil bagian dalam pengembangan pariwisata Indonesia yang ke depannya diyakini akan kembali bergairah, pasca terdampak pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir ini.
“Kami rapat berkali-kali antar-pengurus daerah, dan akhirnya menemukan nama yang sama dengan nama Kementerian yang dipimpin Pak Sandiaga Uno, yaitu Parekraf. Dengan nama baru ini, maka jangkauan bagi pekerja dipastikan akan bisa lebih luas lagi,’’ jelas Theo Tulung bersemangat.
Menurut sumber yang enggan dikutip namanya, sebenarnya ada 14 PD PAR dari 17 PD PAR yang seharusnya menghadiri Munas SP PAR pimpinan Yorrys Raweyai. Namun, mereka malah mendeklarasikan PD Parekraf di Lombok dan tidak mengikuti Munas tersebut.
“Keinginan perubahan dari berbagai Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Pariwisata begitu kuat, sehingga inilah yang terjadi sekarang. Mudah-mudahan dengan semangat baru, ditambah lagi dengan lebih luasnya cakupan, yaitu Ekonomi Kreatif, SP Parekraf diharapkan akan banyak diminati oleh banyak pekerja untuk bergabung,’’ tegas Yustinus Habur, Ketua PD SP PAR Nusa Tenggara Barat itu.
Dalam deklarasi yang dihadiri Gubernur NTB, Zulkiflimansyah tersebut, akhirnya terpilih, sekaligus dikukuhkan Mohammad Jumhur Hidayat untuk menakhodahi SP Parekraf untuk 5 tahun mendatang.
“Masa depan pendapatan untuk Indonesia adalah dari Pariwisata, dan itu adalah gifted atau pemberian dari Yang Maha Kuasa. Keterlaluan kalau kita tidak menyambut ini dengan mempersiapkan diri dengan baik,’’ pungkas Jumhur dalam sambutannya. (adi/red)