INDOSatu.co – JAKARTA – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) memang masih lima bulan kedepan. Namun, nuansa untuk menyambutnya sudah mulai terasa. Momen Harkitnas yang diperingati setiap 20 Mei itu menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia yang dimulai pada 1908 untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan.
Harkitnas memiliki makna yang mendalam bagi persatuan bangsa. Momen yang menjadi pengingat bahwa Republik Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam perbedaan dan karakter di dalamnya, akan tetapi disatukan oleh nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan sebagai bangsa.
Guna memupuk semangat persatuan dan nasionalisme itu, organisasi perempuan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PINTI) dan para pengusaha akan menggelar acara akbar Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-115 tahun 2023 dengan mengusung tema ‘Ayo Bangkit Bersama’.
Sebagai awal dari rangkaian acara akbar Peringatan Harkitnas, Perempuan PINTI dan para pengusaha akan berziarah ke makam dr. Wahidin Soedirohoesodo dalam waktu dekat.
“Kegiatan berziarah akan dilaksanakan bersama-sama dengan pengusaha pada awal tahun 2023 ini,” kata Ketua Umum PINTI dr. Metta Agustina melalui keterangannya, Selasa (3/1).
Seperti diketahui, dr. Wahidin Soedirohoesodo merupakan penggagas berdirinya perkumpulan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 yang menjadi awal dari kebangkitan Nasional Indonesia.
“Rangkaian kegiatan ini bukan saja untuk mengenang kembali perjuangan para tokoh kebangkitan nasional di masa lalu, tapi sekaligus juga untuk memotivasi dan membangkitkan kembali semangat kebangsaan dan nasionalisme kaum muda sekarang dan yang akan datang,” tegas dr. Metta.
Sementara itu, salah satu pengusaha yang terlibat dalam kegiatan Peringatan Harkitnas, Yulianto DS, mengatakan bahwa, kebangkitan nasional perlu dimaknai, khususnya oleh para pelajar dan generasi muda di era digital ini dengan membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme agar menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat.
“Dengan adanya acara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kini kami merasakan adanya kesamaan. Kesamaan itu bisa menjadi kekuatan untuk dipakai dalam mencapai sebuah tujuan yang sama. Setiap orang, setiap komponen bangsa berkontribusi untuk mencapainya, menjalankan peran yang berbeda bersama menuju satu titik,” tutur Yulianto.
Yulianto menambahkan, dampak dari Peringatan Harkitnas yang masih dirasakan hingga saat ini adalah tumbuhnya nilai-nilai demokrasi, sikap nasionalisme serta jiwa patriotisme.
“Semoga lewat acara Peringatan Harkitnas ke-115 ini, ada hikmah yang bisa kita ambil, yaitu semakin menumbuhkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia. Peristiwa penting (Harkitnas) tersebut menjelaskan bahwa, kemerdekaan Indonesia dapat dicapai dengan cara menumbuhkan persatuan dan kesatuan antar warga sebagai hal yang utama dan sangat penting,” jelas Yulianto.
Lebih jauh, Yulianto menyampaikan bahwa tema ‘Ayo Bangkit Bersama’ sebagai bentuk seruan untuk masyarakat Indonesia agar bisa bangkit dari keterpurukan akibat dilanda pandemi Covid-19.
Apalagi kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga sudah dicabut pemerintah pada Desember 2022.
“Ayo Bangkit Bersama dari keterpurukan untuk mempercepat pulihnya bangsa Indonesia, khususnya dari pandemi Covid-19, termasuk membangkitkan semangat pembangunan dan kesejahteraan sosial bagi kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS),” pungkas Yulianto. (adi/red)