Soal Wacana Pembedaan Tarif KRL, Gus Muhaimin Bereaksi dan Minta Kemenhub Kaji Ulang

  • Bagikan
BELA PENUMPANG KRL: Wakil Ketua MPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar (melambaikan tangan) meminta pemerintah agar meninjau ulang wacana pembedaan traif KRL kepada penumpangnya.

INDOSatu.co – JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar meminta pemerintah untuk meninjau ulang wacana pembedaan tarif KRL. Dia menilai wacana tersebut sulit diterapkan di lapangan dan berpotensi menurunkan minat pelanggan KRL.

“KRL itu sudah jadi alat transportasi yang sangat digemari masyarakat, karena cepat, murah dan tentu efisien. Jadi, janganlah dibeda-bedakan tarifnya (bagi pelanggan), kalau itu diputuskan malah bisa berkurang nanti peminatnya (KRL),” kata Gus Muhaimin, sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar  dalam keterangannya kepada wartawan belum lama ini.

Baca juga :   Gus Muhaimin Apresiasi Komitmen TNI Jaga Netralitas dalam Pemilu 2024

Alih-alih membedakan kelas penumpang, Gus Muhaimin mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mestinya berterima kasih pada masyarakat kelas menengah yang mau meninggalkan kendaraan pribadi demi beralih menggunakan transportasi umum. Sebab, menurut Gus Muhaimin, mereka telah berkontribusi dalam mengurangi kemacetan, polusi, dan risiko kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk diatasi.

“Bisa bayangkan kalau warga yang mampu, punya motor dan mobil pada enggan naik KRL, gimana macetnya jalan raya. Belum lagi polusi dan tentu angka kecelakaan lalu lintas. Justru seharusnya Kemenhub bersyukur masyarakat menyukai KRL,” tambah politisi asal Jombang, Jawa Timur itu.

Baca juga :   Terbongakar! Proyek KCJB Minim Kajian, PT INKA Juga Tidak Dilibatkan Sama Sekali

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menilai subsidi tarif KRL selama ini tepat sasaran. “Dilihat dari antusias warga pakai KRL setiap hari yang nyaris nggak pernah sepi, itu menunjukkan bahwa subsidi tarif KRL tepat sasaran,” terang Gus Muhaimin.

Karena itu, Legislator Dapil Jawa Timur VIII itu  mendorong Kemenhub untuk meningkatkan fasilitas KRL daripada sibuk mengoreksi tarif. Menurut dia, masyarakat pasti akan merespon positif apabila fasilitas setiap KRL serta sarana prasarananya semakin baik.

Baca juga :   Konsisten Jaga Kebhinekaan, Gus Imin Dinobatkan sebagai Bapak Toleransi Penjaga Pancasila

“Jadi daripada bahas pembedaan tarif, lebih baik Kemenhub perbaiki fasilitas KRL, termasuk sarananya, misalnya gerbong ditambah biar nggak terlalu berdesak, juga misalnya menambah palang pintu di perlintasan KRL yang belum terpasang,” tukas Gus Muhaimin (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *