Soal Pelecehan terhadap Ning Imaz, Senator Abdul Kholik: Penegak Hukum segera Bertindak

  • Bagikan
TOLAK PENGHINAAN: Senator asal Jawa Tengah, Abdul Kholik meminta aparat penegak hukum segera bertindak menyikapi penghinaan yang menimpa Ning Imaz, dari Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

INDOSatu.co – JAKARTA – Senator DPD asal Jawa Tengah, Abdul Kholik mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini telah terjadi stigmatisasi terhadap keberadaan lembaga pendidikan pesantren. Kabar terkini, tampak jelas ada indikasi kasus penghinaan terhadap Ustadzah Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa ‘Ning’ Imaz, selaku pengasuh Pesantren Lirboyo Jawa Timur.

”Sebelum kasus ini sudah muncul banyak kasus yang mengarah pada usaha mendiskreditkan pesantren, seperti santri yang diangggap calon teroris, hingga kasus kekerasan pesantren,’’ kata Kholik dalam keterangannya, Kamis (14/9).

Padahal dalam hal kekerasan, kata Kholik, sebenarnya terjadi di banyak lembaga pendidikan lain, seperti kasus kekerasan di IPDN, kasus akademi kelautan, bahkan terakhir kekerasan terjadi kekerasan di tubuh institusi kepolisian.

Baca juga :   Muhaimin Iskandar: Menteri BUMN Erick Thohir Menyebar Berita Hoax atas Nama AMIN

‘’Ini artinya pola umum yang masih terjadi di masyarakat kita,” kata Kholik yang juga warga Nahdliyin ini.

Menurut Kholik, pesantren merupakan institusi pendidikan yang sudah ada sejak zaman kolonial. Lembaga ini menjadi pusat pendidikan dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, Kholik menolak keras adanya sudah yang mengarah pada merendahkan institusi pesantren.

”Adanya kasus penghinaan kepada tokoh pesantren saya lihat cenderung di latar belakangi soal persaingan politik. Hal seperti ini harus dihentikan. Pesantren harus diberi dukungan oleh semua pihak dalam menjalankan pendidikannya yang bertujuan mencerdaskan bangsa,” kata Kholik.

Baca juga :   Soal Video TikTok, Sukur: Terikat Institusi, BK Pastikan Segera Gelar Rapat

Untuk itu, lanjut Kholik, penegak hukum harus segera bertindak tegas kepada pihak-pihak yang telah melecehkan pengasuh pesantren Lirboyo tersebut. Sebab, kalau terus dibiarkan maka akan berulang dan pesantren akan dirugikan.

”Bagi kami Lirboyo adalah pesantren tua dan besar. Santrinya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Mereka sudah menjadi ulama dan kiai di berbagai daerah. Mereka kini sudah menjadi panutan masyarakat,” tegas Doktor Ilmu Hukum ini.

Ramai diberitakan Ning Imaz diduga telah dinyinyirin oleh Eko Kuntadhi. Pendukung Capres Ganjar Pranowo itu dianggap tidak peka dan melukai pengasuh pondok pesantren NU seantero Nusantara. “Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan,” demikian tulisan atau caption yang ada dalam video unggahan Eko Kuntadhi itu.

Baca juga :   Merasa Terbebani secara Keuangan, PT KAI Minta Pemerintah Beri Subsidi

Sejurus kemudian, unggahan Eko Kuntadhi dengan bubuhan kata-kata kasar di dalam video Ning Imaz tersebut dikomentari oleh Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia-New Zealand Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir.

Gus Nadir mengatakan, Eko Kuntadhi boleh saja tidak sepakat dengan pendapat Ning Imaz, tetapi tidak perlu melabeli kata tolol. Gus Nadir juga menjelaskan kepada Eko Kuntadhi bahwa Ning Imaz merupakan putri kiai dari Pesantren Lirboyo. Eko Kuntadhi lantas diminta untuk belajar menjadi santun dalam menerima perbedaan. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *