Sikapi Kasus Peneliti BRIN, Jumhur Hidayat: Masih Muda, Jangan Sampai di-PHK sebagai ASN

  • Bagikan
PROPORSIONAL SAJA: Ketua Umum DPP KSPSI, Moh. Jumhur Hidayat meminta kasus peneliti tetap diproses hukum, namun hukumnnya jangan sampai pemecatan sebagai ASN.

INDOSatu.co – JAKARTA – Statemen menarik datang dari Ketua Umum DPP Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Moh. Jumhur Hidayat menyikapi maraknya tuntutan sanksi yang perlu diberikan terhadap AP Hasanuddin, peneliti BRIN yang mengancam akan membunuh semua warga Muhammadiyah, karena beda menyikapi 1 Syawal 1444 Hijriah belum lama ini.

Diakui Jumhur, pernyataan AP Hasanuddin itu memang meresahkan publik dan bisa menimbulkan kebencian antar golongan. Karena itu, agar tidak meluas, Jumhur berharap perlu adanya tindakan preventif dengan cara menghukum yang bersangkutan secara proporsional saja.

Baca juga :   Aksi Bela Palestina Digelar di Yogyakarta, Kecam Israel Lakukan Genosida di Gaza

Menurut Jumhur, tindakan hukuman perlu dilakukan agar masyarakat tahu bahwa postingan itu adalah salah. Meski demikian, aktivis ITB Bandung tahun 80-an itu, tetap berharap hukuman untuk AP Hasanuddin itu tidak harus fatal, sehingga bisa menggelapkan masa depannya kelak bila dipecat atau di PHK dari ASN.

“Ya, dia (Hasanuddin, Red) salah dan masyarakat harus tahu bahwa ucapan itu memang salah. Tapi jangan sampai fatal hukumannya, seperti dipecat dari ASN. Apalagi dia juga sudah minta maaf secara terbuka,’’ kata Jumhur kepada INDOSatu.co, Rabu (26/4).

Baca juga :   Sesalkan Statemen Prabowo soal Tuntutan Buruh, Jumhur: Capres Harusnya Hadirkan Keadilan

Jumhur menilai bahwa, AP Hasanuddin masih sangat muda dan meledak-ledak. Jumhur yakin AP Hasanuddin masih bisa dibimbing. Silahkan lakukan hukuman disiplin ASN atau bahkan hukum secara pidana beberapa bulan atau hukuman percobaan sebagai bukti, bahwa Hasanuddin memang bersalah.

‘’Feeling saya warga Muhammadiyah yang intelek itu pun tidak akan ngotot Hasanuddin harus dipecat,’’ saran Jumhur.

Jumhur justru menilai, bahwa pernyataan yang keluar dari mulut seseorang di era perpecahan antar warga seperti saat ini, tidak lepas dari desain besar yang dikokohkan oleh para elit politik dan divalidasi oleh rezim ini. AP Hasanuddin itu, kata Jumhur, tidak berada di ruang vakum, tetapi berada di ruang adu domba.

Baca juga :   Dikeluhi Karyawan Grup Indofood, Jumhur Hidayat ke Anthony Salim; Enough Is Enough, Sir

“Dia (Hasanuddin, Red) itu hanya salah satu orang yang terjebak dalam bingkai pecah belah yang dikokohkan oleh kaum elit politik yang divalidasi rezim saat ini. Jadi, tidak boleh sepenuhnya kesalahan itu ditimpakan kepada dia. Karena itu, berhentilah mengadu domba anak-anak bangsa. Sangat tidak produktif itu!,’’ pungkas Jumhur. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *