Seluruh Puskesmas dan RSUD di Bojonegoro Terakreditasi, Mutu Yankes Dipastikan Meningkat

  • Bagikan
KUALITAS MENINGKAT: Penampakan Puskesmas Bojonegoro Kota dari 33 puskesmas di Bojonegoro layanan kesehatan makin meningkat seiiring selesainya proses akreditasi pada 2023 yang lalu.

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Untuk pengurusan kesehatan, warga Bojonegoro patut bersyukur. Pasalnya, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melaksanakan proses re-akreditasi di 35 puskesmas dan empat (4) RSUD di Kabupaten Bojonegoro pada 2023. Re-akreditasi seluruh fasilitas kesehatan ini untuk meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan kesehatan (Yankes) dan keselamatan bagi masyarakat.

Dengan demikian, berarti sebanyak 35 puskesmas dan 4 RSUD di Kabupaten Bojonegoro pada 2023 dinyatakan telah reakreditasi. Rinciannya, 33 puskesmas status paripurna dan 2 (dua) puskesmas status utama. Sementara 4 (empat) RSUD berstatus paripurna. Meliputi RSUD R. Sosodoro Djatikoesoemo, RSUD Padangan, RSUD Sumberrejo, dan RSUD Kepohbaru.

Baca juga :   Program CSR Tuntas 20 Agustus, Kriminalisasi Dirut PT ADS Akhirnya Terungkap

“Status akreditasi Paripurna ialah status akreditasi tertinggi. Sementara ini ada dua puskesmas statusnya Utama, yaitu Puskesmas Purwosari dan Puskesmas Gayam,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro Ani Pujiningrum saat dikonfirmasi wartawan, Senin (8/1).

Lebih lanjut, kata Ani, ada tiga tujuan akreditasi. Selain untuk meningkatkan dan menjamin mutu pelayanan dan keselamatan bagi pasien dan masyarakat. Tujuan akreditasi tersebut diantaranya juga untuk meningkatkan perlindungan bagi sumber daya manusia (SDM) kesehatan dan puskesmas, klinik, laboratorium kesehatan, Unit Transfusi Darah (UTD), Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD) dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi (TPMDG) sebagai institusi.

Baca juga :   Warga Bayangkan Negeri Sakura, Bojonegoro Percantik Kota melalui Tabebuya dan Pule

Selain itu, juga untuk meningkatkan tata kelola organisasi dan tata kelola pelayanan di puskesmas, klinik, laboratorium kesehatan, UTD, TPMD dan TPMDG. Juga untuk mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.

“Ini hasil memuaskan di penghujung tahun 2023. Semoga semakin menambah semangat dan dapat menjadi pembuka pada 2024 dengan pelayanan semakin prima, peningkatan mutu pelayanan secara terus menerus dan berkesinambungan,” imbuhnya. (*)

Baca juga :   Bertransformasi Digital, MPP Pemkab Lamongan Berikan Layanan Non Stop Service
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *