Selain Kampanye Gagasan, Sohibul Iman Ingatkan untuk Jaga Mesin Politik PKS

  • Bagikan
SONGSONG PEMILU: Wakil Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman mengungkapkan, PKS bisa survive karena mengedepankan gagasan dan mesin politik partai.

INDOSatu.co – JAKARTA – Pemilu masih tiga bulan lagi, tetapi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menunjukkan kesiapannya dengan meluncurkan kampanye gagasan pada Kick Off Kampanye Nasional Road to Final 2024, Ahad, (26/11).

Acara peluncuran yang bertemakan sepak bola tersebut diwarnai dengan berbagai atribut dan yel-yel sepak bola sejak awal. Peluncuran pun dilakukan dengan tendangan bola oleh para pimpinan PKS tersebut.

Sebelum resmi diluncurkan, Wakil Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman memberikan arahan. Dalam arahannya, Sohibul Iman menyoroti kondisi demokrasi Indonesia yang sedang mengalami kemunduran atau stagnasi.

Sohibul Iman pun menjelaskan, salah satu tanda yang saat ini terlihat paling mencolok di Indonesia, yaitu pemimpin yang tidak memiliki kemampuan yang seimbang antara memenangkan pertarungan dengan mengelola pemerintahan.

Baca juga :   Songsong Pemilu 2024, Bambang Pacul: Segera Bentuk Panja Netralitas Polri

“Hari-hari ini demokrasi kita justru menghadirkan semakin banyak orang yang punya kemampuan memenangkan pertarungan, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten kota yang tidak disertai dengan kemampuan untuk mengelola pemerintahan,” ungkapnya.

Menurut dia, pemimpin di era demokrasi ini harus menggabungkan dua kapasitas tersebut. Untuk mewujudkan hal tersebut, ide politik gagasan atau demokrasi dengan gagasan dari PKS menemukan momentum urgensi yang tepat

“Kita ingin dalam kampanye-kampanye, yang ingin menjadi pemimpin, harus menampilkan gagasan-gagasan tentang bagaimana mereka akan mengelola pemerintahan yang dimenangkan,” jelas Sohibul Iman.

Sohibul Iman pun mengakui bahwa memunculkan politik gagasan ini tidaklah mudah. Setidaknya ada dua hambatan dalam mewujudkan politik gagasan ini. Pertama adalah sistem pemerintahan presidensial yang ada di Indonesia, di mana pemenang parlemen belum tentu menjadi pemenang pemerintah.

Baca juga :   Soal Surat Dukungan, Bawaslu Ngaku Belum Terima Laporan, Sukur Tidak Angkat Telepon dan Balas WA

“PKS menang parlemen sekian persen belum tentu PKS bisa memperjuangkan janji-janji kampanyenya kepada masyarakat. Ini adalah hambatan pertama dalam sistem presidensial,” jelasnya.

Hambatan selanjutnya adalah masih banyaknya persoalan mendasar kenegaraan yang belum selesai, sehingga sulit untuk memilih gagasan yang ingin diangkat.

Selain itu, dalam arahannya, Sohibul Iman menyampaikan bahwa kampanye gagasan bukan menjadi satu-satunya penentu kemenangan PKS. Ada faktor penting lain, yaitu mesin politik PKS.

Menurutnya, mesin politik PKS ini yang telah menjadikan PKS tetap eksis bertahan lebih dari 20 tahun di dunia politik Indonesia. Hal ini juga yang akan membuat PKS semakin besar ke depannya. Karena itu, Sohibul Iman mengingatkan untuk terus menjaga mesin politik tersebut.

Baca juga :   Sempat Minta Bebas, Mantan Mensos Juliari Diganjar Vonis 12 Tahun

“Saya pada kesempatan ini mewanti-wanti kepada bapak ibu semua, tetaplah menjaga mesin politik PKS,” ungkap Sohibul Iman.

Mesin politik tersebut di antaranya adalah militansi kader, soliditas struktur, dan tradisi kerjasama kolektif yang sudah melekat pada PKS selama ini.

“Mudah-mudahan dengan mesin politik yang tetap terjaga, yang sudah membuat PKS bertahan dari tahun 1998 sampai hari ini membuat PKS ini menjadi semakin besar,” harapnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *