INDOSatu.co – BANGKA BELITUNG – Plt. Deputi Administrasi Setjen MPR RI, Siti Fauziah, SE., MM., mengungkapkan bahwa dalam sejarah perjalanan bangsa, terutama di era perjuangan, kiprah generasi muda memiliki peran yang sangat besar.
Penyataan tersebut disampaikan Siti Fauziah di hadapan 125 mahasiswa dari berbagai fakultas dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah, Bangka Belitung (Babel), pada saat membuka acara Sarasehan Kehumasan MPR RI, Menyapa Sahabat Kebangsaan.
Acara sarasehan bertema: ‘Peran Mahasiswa Dalam Pembangunan Karakter Bangsa’, berlangsung di Gedung 1.1 – Gedung Babel, Universitas Muhammadiyah, Bangka Belitung, Jumat (5/5). Dihadiri oleh Wakil Rektor I Dr. Pratiwi Amelia, M.Pd, BI., Plt. Deputi Administrasi Setjen MPR RI, Siti Fauziah, SE., MM, Kepala Bagian Pemberitaan dan Hubungan Antar Lembaga Biro Humas Setjen MPR Indro Gutomo SH., MH., serta Radmida Dawam., SH., MH.
Lebih jauh, deputi yang akrab dipanggil Ibu Titi itu menyampaikan bahwa, yang harus mendapat perhatian lebih mahasiswa sebagai generasi terkait penggunaan medsos adalah kecanggihan teknologi yang memiliki dua sisi yang saling berseberangan. Pertama, medsos memiliki sisi manfaat.
Contohnya, kata Ibu Titi, dengan teknologi tersebut memudahkan mahasiswa mencari materi tambahan ketika sedang melakukan riset atau memperlancar akses komunikasi mahasiswa yang sedang terkendala mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Kedua, medsos memiliki sisi negative, yakni bisa menjadi salah satu sarana untuk penyebaran berita bohong atau hoaks.
Terkait Sarasehan Kehumasan MPR, Ibu Titi menyampaikan, bahwa acara tersebut adalah program Sekretariat Jenderal MPR dengan menyapa mahasiswa di berbagai perguruan tinggi, untuk membahas dan mendiskusikan tentang pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Pemilihan kata ‘Menyapa Sahabat Kebangsaan’ sendiri memiliki makna yang dalam, yakni MPR ingin menjadi sahabat mahasiswa.
”Dengan menjadi sahabat, kita akan saling berbagi, saling mengingatkan dan saling mendukung. Sebagai sahabat, MPR menjelaskan semuanya tentang apa itu MPR, tugas dan kewenangannya sehingga mahasiswa menjadi bertambah wawasannya. Sebaliknya, jika mahasiswa ada masukan, saran serta gagasan apapun yang baik demi MPR dan negara secara luas, maka tangan MPR terbentang lebar. Acara ini juga untuk mengukuhkan peran MPR sebagai Rumah Kebangsaan, Pengawal Ideologi Pancasila dan Kedaulatan Rakyat.” terang Ibu Titi.
Gedung MPR, lanjut Ibu Titi, juga terbuka buat mahasiswa dan masyarakat umum untuk datang walaupun hanya sekedar berkunjung. “Jika ada keperluan ingin mendapatkan buku-buku yang berisikan informasi tentang MPR dan produk-produknya, mahasiswa bisa datang ke Perpustakaan MPR. Di sana ada beberapa buku yang tidak diperjualbelikan, hanya ada di Perpustakaan MPR,” tambahnya.
Di akhir pidato pembukaannya, Ibu Titi juga menambahkan, selain perpustakaan untuk mempermudah mahasiswa dan rakyat mengakses berbagai informasi seputar MPR dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi digital, MPR membuat aplikasi Buku Digital MPR yang bisa didownload melalui play store android dan membuat akun media sosial resmi lembaga MPR.
Sementara itu, Wakil Rektor I Dr. Pratiwi Amelia, M.Pd, BI., dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan bangga karena pada kesempatan ini kedatangan tamu yang sangat luar biasa, sangat istimewa tidak main-main langsung dari MPR RI. Pratiwi Amelia patut berbangga karena UNMUH Babel adalah satu-satunya universitas yang dipilih oleh Ibu Siti Fauziah sendiri.
”Karena itu, saya mengucapkan ucapkan selamat datang kepada Ibu Siti Fauziah yang terhormat, yang saat ini hadir juga bersama kita, Bapak Indro Gutomo, S.H, M.H.,” kata Pratiwi. (adi/red)