Salat Idul Adha Lancar, Ribuan Warga Muhammadiyah Penuhi Jalan Teuku Umar

  • Bagikan
BUBARAN SALAT: Penampakan warga Bojonegoro usai menjalani salat Idul Adha di halaman Masjid At Taqwa Bojonegoro yang sebagian menggunakan ruas jalan Teuku Umar, Bojonegoro, Rabu (28/6).

INDOSatu.co – BOJONEGORO – Ribuan warga Muhammadiyah dan masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur pagi ini memadati halaman maupun area Masjid At-Taqwa setempat. Mereka melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1444 Hijriyah atau pada 28 Juni 2023.

Salat Idul Adha yang juga memanfaatkan sepanjang Jalan Teuku Umar itu dipimpin imam salat, Syamsul Huda, mudir Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Amin Bojonegoro dan khotib, Suwito Abu Kayyis, pengasuh Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, berlangsung penuh khidmat dan lancar.

Dalam khotbahnya, pria yang juga Ketua Majelis Tabligh PD Muhammadiyah Lamongan itu mengatakan, bahwa melaksanakan Idul Adha ini, umat Islam diingatkan Allah SWT tentang manusia yang melegenda dan menyejarah. Sosok manusia yang dikenal Abul anbiyai wal Mursalin (bapak para nabi dan Rasul), yakni Nabi Ibrahim.

Baca juga :   Jawab Tantangan Merdeka Belajar, Bupati Lamongan: Nanti akan Indah Pada Waktunya

Sosok Nabi Ibrahim adalah pejuang tauhid sejati. Jika membaca dan pelajari siroh nabawiyah, khususnya kisah Nabi brahim, maka akan didapati wilayah dakwah Nabi Ibrahim, ada tiga tempat. Pertama di Babilonia, sebuah wilayah di pinggir sungai Tigris, Irak. Yang kedua, Palestina, dan ketiga Makkah Al Mukaramah.

Disaat Ibrahim diutus Allah SWT sebagai nabi dan rasul, di wilayah Babilonia, betapa Ibrahim mendapat ujian dan tantangan dakwah yang sangat berat. Nabi Ibrahim menghadapi pemimpin yang kejam dan zalim. Yang menyesatkan pengikut dan rakyatnya pada lembah kesyirikan dan gelapnya kemaksiatan.

Baca juga :   Di Hari Raya Idul Adha, Wabup Ingatkan Ketaatan Nabi Ibrahim-Ismail Harus Jadi Teladan

Raja Namrud ini memaksa rakyatnya untuk menyembah patung-patung yang tidak bisa mendatangkan manfaat atau mudarat. Nabi Ibrahim terus mendakwahi dan menyuruh mereka agar beribadah kepada Allah dan menjauhi thagut. Namun, narasi dakwah islamiyah terus digelorakan Nabi Ibrahim, siang dan malam, tanpa kenal lelah. Ibaratnya membentur tembok dan batu cadas yang keras, kecuali istrinya, yakni Siti Sarah.

Baca juga :   Masuk PPKM Level I, Bupati: Bukti Sinergitas dari Hulu sampai Hilir

Tak satu pun orang dari penduduk negeri Babilonia yang beriman kepada Allah SWT. Tak satu pun orang yang merespon dakwah tauhid yang terus dikumandangkan oleh Nabi Ibrahim. Sehingga, pada puncaknya, untuk mengalihkan pandangan jahiliah yang berorientasi pada penyembahan berhala menuju penyebahan dan ibadah kepada Allah.

Nabi Ibrahim kemudian menghancurkan patung-patung sesembahan masyarakat Babilonia, kecuali satu patung yang sangat besar. Dengan bimbingan Allah SWT, meski dakwah Nabi Ibrahim tergolong berat, tetapi Nabi Ibrahim melaluinya dengan penuh tawakal. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *