Rupiah Sentuh Hampir Rp 16.000, Aleg PPP Ingatkan Pemerintah soal Kebijakan Fiskal

  • Bagikan
BERUBAH TAJAM: Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara mengingatkan Pemerintah dan BI agar terkait kebijakan fiskal seiring melemahnya rupiah terhadap Dollar AS.

INDOSatu.co – JAKARTA – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Amir Uskara mengingatkan Pemerintah dan Bank Indonesia untuk melakukan antisipasi guna menghadapi pelemahan rupiah akibat dinamika tren pasar global yang signifikan mengalami perubahan tajam. Sebab itu, ia meminta adanya penyesuaian terhadap kebijakan fiskal dan moneter.

“Pelemahan rupiah ini sangat berat karena ini bukan faktor domestik. Kondisi yang terjadi terhadap (pelemahan) rupiah adalah faktor global. Saya kira memang karena adanya konflik, negara-negara merger market ini kehilangan dana atau terjadi outflow ke Amerika, jadi Amerika meningkatkan suku bunga,” ungkap Amir kepada wartawan, Selasa (7/11).

Baca juga :   Lewat Farhat Abbas, Hasnaeni Cabut Pengaduan, DKKP: Tak Lanjutkan Kasus Ketua KPU

Menurut Amir, tren penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terindikasi pudar pada awal November. Secara mendadak, rupiah cenderung melemah terhadap dolar AS hingga mendekati level Rp 16.000. Di sisi lain, The Fed memutuskan menahan suku bunga di level 5,25-5,50 persen pada pada pertemuan September lalu. Namun, bank sentral AS tetap memberi sinyal untuk menaikan kembali pada tahun ini.

Baca juga :   Lodewijk Resmi Diajukan sebagai Pengganti Azis di DPR

Selain itu, pada bulan Oktober lalu, Biro Statistik China (NBS) telah mengumumkan PMI Manufaktur China mengalami penurunan menjadi 49,5 pada bulan Oktober 2023 dari 50,2 pada bulan September lalu. Indikasi penurunan ini menandakan perkembangan sektor di China semakin melambat. Terakhir, Bank of Japan mengumumkan bahwa suku bunganya tertahan pada kisaran minus 0,1 persen sejak tujuh tahun terakhir.

Baca juga :   Hadirkan Dua Saksi, Kubu Moeldoko Bakal Mati Kutu

“Rupiah ini masih termasuk tergolong masih kuat dibanding negara-negara lain yang mengalami pelemahan (mata uang). Kita sih berharap mudah-mudahan kerja sama (dan) kolaborasi antara pemerintah yang mengatur fiskal dengan Bank Indonesia yang mengatur moneter ini betul-betul bisa membuat rupiah kembali survive,” tandas politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *