Riyoyoan, Gus Imin dan Keluarga Halal Bihalal ke Kediaman Anies Baswedan

  • Bagikan
SAMBUT HANGAT: Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (paling kanan) saat bersilaturhami ke kediaman calon presiden (Capres) Anies Baswedan, di Lebak Bulus, Jakarta.

INDOSatu.co – JAKARTA – Momen Hari raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 dimanfaatkan calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01, Muhaimin Iskandar (Gus Imin) melakukan silaturhami ke kediaman calon presiden (Capres) Anies Baswedan, di Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (16 /4) malam.

Gus Imin dan keluarga tiba sekira pukul 19.10 WIB, disambut Anies Baswedan dan Fery Farhati, istri, juga putra-putrinya. Suasana keakraban pun sangat terlihat antar keluarga kontestan Pilpres 2024 tersebut.

Baca juga :   Masa Depan Ada di Desa, Ketua MPR RI Dukung 10 Persen APBN untuk Dana Desa

Anies mengaku bersyukur kedatangan tamu istimewa, Gus Imin. Menurut mantan Rektor Universitas Paramadina, Jakarta itu, keduanya saat libur idul fitri berada di luar kota. Sehingga silaturahmi atau halal bihalal lebaran baru bisa dilaksanakan pada hari tersebut.

“Alhamdulillah malam ini kami dapat kehormatan atas kunjungan dari Gus Imin dan keluarga. Karena memang kita bersama-sama berada di luar kota. Baru bisa hari ini bersama-sama,” kata Anies.

Baca juga :   Ridwan Bimbang, Waketum Ahmad Doli: Golkar Ingin Kang Emil Nyagub di Jawa Barat

Sementara itu, Gus Imin mengungkapkan bahwa budaya halal bihalal dalam suasana idul fitri bisa terus terlaksana. Menurut cicit pendiri Nahdlatul Ulama, KH Bisri Syansuri itu, beberapa hari saat Idul Fitri 2024, ia dan keluarga bersilarrahmi dengan keluarga besarnya di kampung halamannya, Jombang, Jawa Timur. Gus Imin menyebut tradisi berkunjung dari satu tempat ke tempat famili lain disebut Riyoyoan.

Baca juga :   Atasi Konflik di Papua, AHY: Perlu Pendekatan Khusus

“Ya terima kasih, hari ini Mas Anies dan keluarga memberikan waktu sebagai tradisi saling berkunjung di hari raya idul fitri. Mari kita terus budayakan. Hari ini kita laksanakan kunjungan halal bihalal. Kalau di Jawa Timur namanya riyoyoan, berkunjung dari satu tempat ke tempat yang lain. Semoga tradisi baik seperti ini terjaga terus,” harap alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta itu. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *