INDOSatu.co – TUBAN – Tidak menemui perwakilan aksi demo, PT SIG tetap memantau jalannya aksi tersebut. Menurut Senior Manager of Corporate Communication SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, dirinya mengaku menyesalkan terjadinya aksi unjuk rasa yang dilakukan para buruh yang tergabung dalam FSPMI Tuban tersebut.
Menurut Dharma, terkait status karyawan, SIG melakukan kerja sama dengan tiga vendor, yakni PT Sonar Persada Manunggal, PT Wira Karya Teknika, dan PT Niaga Nusantara Mandiri. Dia menegaskan, jika ada hal-hal yang perlu didiskusikan kembali, harusnya dengan para vendor tersebut, sehingga mereka mendapatkan solusi.
“Kalau mereka tiba-tiba melakukan aksi ini sebetulnya sesuatu hal yang kami sesalkan. Karena pekerja juga setuju dengan kesepakatan,” tandasnya.
Terkait dengan aksi demo tersebut, SIG merasa hal itu bukan tanggung jawabnya, karena sudah melakukan perjanjian dengan para vendor. Karena itu, harusnya para vemndor tersebut yang menjelaskan kepada para pendemo. ”Harus dicarikan solusi sehingga masalah menjadi selesai,” kata Dharma.
Ditanya soal status para buruh, Dharma justru melihat kondisi kedepan. Jika keempat pabrik bisa kembali berjalan dengan baik, mungkin juga bisa memenuhi apa yang dituntutkan. Hanya saja, kata Dharma, untuk saat ini belum bisa memberi keputusan terkait status para pendemo.
Dia mengakui, saat ini angka produksi maupun konsumsi semen secara nasional memang dalam kondisi surplus. Karena itu, kata dia, seharusnya para pekerja tidak perlu melakukan demo tersebut.
“Mereka sebenarnya menakutkan hal yang tidak perlu ditakutkan, harusnya ya kerja saja yang baik, jika kondisi sudah membaik, ya tentu kami juga bisa mengembalikan satus mereka,” papar Dharma.
Dharma juga menyampaikan, bahwa sebenarnya solusi yang dilakukan itu merupakan solusi yang terbaik. Dia juga menegaskan solusi tersebut mendapatkan apresiasi dari Disnaker dan Kementerian Tenaga Kerja, karena tidak sampai melakukan PHK. (*)