INDOSatu.co – SERANG – Dihadapan keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Al-Khairiyyah Bendung Malang, Desa Carenang, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Wakil Ketua MPR RI, H. Yandri Susanto S. Pt menegaskan, pendidikan adalah sesuatu yang penting. Karena keberhasilan pendidikan bisa menentukan maju mundurnya suatu bangsa.
Karena itu, Yandri Susanto mengapresiasi seluruh pihak yang sudah berkontribusi mengembangkan dunia pendidikan, baik secara pribadi maupun lembaga. Sebab, dunia pendidikan merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Bahkan para pelakunya, selalu menjalankan tugasnya dengan ikhlas, tidak berdalih untuk kepentingan pribadi.
“Saya sangat mengapresiasi dunia pendidikan. Karena dunia pendidikan mampu melahirkan anak-anak yang sangat pandai. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, juga beriman serta bertakwa,” kata Yandri Susanto menambahkan.
Pernyataan itu disampaikan Yandri Susanto usai meresmikan dua ruang gedung sekolah MI Al-Khairiyyah Bendung Malang, Desa Carenang, Kecamatan Carenang Kabupaten Serang. Acara tersebut berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah Al Khairiyyah setempat, Rabu (8/3).
Selama berlangsungnya acara peresmian, Wakil Ketua MPR Yandri Susanto bertubi-tubi mendapat ucapan terima kasih dari semua yang menyampaikan sambutan. Mereka menyanjung Wakil Ketua Umum PAN itu, karena dinilai punya kepedulian dan keteguhan hati membantu lembaga pendidikan Islam, khususnya Al Khairiyyah.
Yandri juga disebut sebagai anggota legislatif pertama yang pernah mengunjungi MI Al-Khairiyyah Bendung Malang, karena sejak berdiri pada Mei 1945 belum pernah ada seorang anggota DPR pun yang datang, termasuk DPRD Kabupaten Serang maupun maupun Provinsi Banten.
Sebuah negara, kata Yandri, akan maju dengan pesat jika program pendidikannya mendapat perhatian serius. Karena itu, Yandri tegas menolak jika keberadaan Madrasah dianaktirikan. Karena seperti pesantren, madrasah turut meneteskan darah untuk mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia.
“Madrasah dan pesantren itu sudah meneteskan darah, saat perang kemerdekaan, demikian pula Al Khairiyyah. Karena itu, kini saatnya negara memberi balasan pada Al Khairiyyah. Bukan malah mengkerdilkannya dari sistem pendidikan nasional,” pungkas Yandri.
Pada kesempatan itu, Yandri juga mengapresiasi keberhasilan MI Al-Khairiyyah yang mampu membangun dua ruang, dari bantuan pemerintah. Padahal, bantuan yang diterima, semestinya hanya cukup untuk membuat satu ruangan saja. Tetapi dengan semangat dan perjuangan tak kenal lelah, kini kedua ruangan itu sudah siap dimanfaatkan.
Tampak hadir dalam acara tersebut, Kasi Penmas Kemenag Provinsi Banten Ahmad Suhaimi S. Pd., M. Pd, Kasi Pendidikan Agama Kemenang Kabupaten Serang, Ketua PB Al Khairiyyah KH. Ali Mujahidin, Ketua DMI Provinsi Banten Rasna Dahlan, Ketua Yayasan Bani Hamdal Bendung Malang H. Samsuri Dahlan, S. Sos MM, Kepala MI Al-Khairiyyah Khulaifatul Bharoh, tokoh masyarakat serta wali murid. (adi/red)