INDOSatu.co – JAKARTA – Ajakan Saifullah Yusuf, Sekjen PBNU agar tidak mendukung pasangan capres dan cawapres yang didukung Abu Bakar Ba’asyir dan Amien Rais, berbuntut. Anwar Abbas, Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan menyayangkan statemen pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Gus Ipul, kata Buya Anwar Abbas, selama ini dikenal ramah dan murah senyum. Akan tetapi, semua itu terasa sirna dengan munculnya pernyataan itu. Pengalaman Gus Ipul dalam dunia politik jelas bukan segudang, kata Buya Anwar, tapi bergudang-gudang karena pernah menjadi menteri, wakil gubernur, dan sekarang jadi walikota.
Tapi munculnya pernyataan Gus Ipul di berbagai media maistream dan juga media sosial sangat mengganggu hati dan perasaan Buya Anwar. Gus Ipul menyatakan: “Jangan kita mendukung pasangan yang didukung oleh orang-orang yang berseberangan dengan cara berpikirnya orang NU. Seperti calon yang didukung Abu Bakar Baasyir misalnya, apalagi ada Amien Rais-nya juga.
”Kata-kata ini benar-benar membuat saya bertanya-tanya. Apakah Gus Ipul ini bicara sebagai politisi atau sebagai sekjen PBNU,” kata Buya Anwar Abbas dalam pernyataannya. Rabu (17/1).
Buya Anwar mengaku tahu cara berfikir orang politik itu kebanyakannya lebih banyak mendahulukan kepentingan diri, keluarga, partai dan kelompoknya.
”Tapi kalau sebagai Sekjen PBNU, menurut saya sebaiknya saudara Saifullah Yusuf menanggalkan baju politisinya. Jadilah negarawan dan agamawan yang bertugas dan berfungsi mengayomi dan melindungi umat serta menjaga persatuan dan kesatuan diantara mereka,” kata cendekiawan asal Sumatera Barat ini.
Karena itu, kata Buya Anwar, diksi dan narasi yang akan dipergunakan harus dipilih dan pikirkan terlebih dahulu baik-baik. Semua tahu bahwa umat ini tersebar ke dalam tiga kelompok capres dan cawapres yang ada. Sebagai orang yang menjunjung tinggi ajaran agama dan budaya serta demokrasi.
”Silahkan saja Gus Ipul mendukung calonnya, tapi jangan lantas menghina dan merendahkan serta mendiskreditkan orang lain,” kata Buya Anwar Abbas, yang melontarkan otokritiknya tidak membawa nama MUI maupun Muhammadiyah ini.
Apalagi orang yang dihina dan direndahkan serta didiskreditkan tersebut adalah orang yang sangat dihormati oleh kelompok lain. ”Saya perlu menyampaikan masalah ini kepada Gus Ipul karena banyak tokoh di negeri ini sekarang yang sedang berusaha untuk mempersatukan umat, tapi Gus Ipul malah melakukan hal yang sebaliknya,” kata Buya Anwar Abbas.
Bagi Buya Anwar Abbas, silahkan berbeda pendapat dan berbeda pilihan pilpres yang terkait dengan paslon Capres-Cawapres, tetapi harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Untuk itu, pinta Buya Anwar Abbas, jangan sampai ada kata-kata yang keluar dari mulut yang merendahkan, apalagi mendiskreditkan tokoh dari kelompok lain secara vulgar karena hal itu akan merusak ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariah di antara sesama umat islam dan itu tidak boleh terjadi.
Seperti beredar kabar, Pengasuh Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Surakarta akhirnya menjatuhkan pilihan kepada pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN). Abu Bakar Ba’asyir dikenal memiliki basis dan pengikut yang besar. Pengikutnya mencapai jutaan yang tersebar di seluruh nusantara.
Sedangkan Amien Rais, juga sejak awal mendukung pasangan AMIN melalui Partai Ummat yang lolos dalam Pemilu 2024 mendatang. Di Partai Ummat, Amien Rais menjabat sebagai Ketua Dewan Syura, jabatan tertinggi di partai berlambang bintang emas dengan warna dasar hitam tersebut. (adi/red)