Rayakan Puncak Milad ke-111 di Sportorium UMY, Muhammadiyah Hanya Undang Sri Sultan

  • Bagikan
SEABAD LEBIH: Di Gedung Sportorium Universitas Muhammadiyah (UM) Yogyakarta inilah puncak Milad ke-111 akan digelar tanpa mengundang pejabat negara. Baik Presiden, Wapres, menteri maupun capres dan cawapres.

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Jika tak ada aral, besok, Sabtu 18 November 2023, Persyarikatan Muhammadiyah akan merayakan Milad usia ke-111 tahun. Membawa tema “Ikhtiar Menyelamatkan Semesta”, acara Puncak Milad akan diselenggarakan malam hari di Sportorium Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Sesuai tema, perayaan milad akan diawali dengan penyelenggaraan dua acara, yakni konsolidasi nasional menghadapi Pemilu 2024 dan forum lingkungan internasional “Global Forum for Climate Movement”.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, forum lingkungan akan diselenggarakan sehari sebelum acara puncak milad, yaitu pada Jumat (17/11) yang sekarang sedang berlangsung.

Baca juga :   Soal Penambahan Kementerian, Mardani: Banyak Struktur, Koordinasi Jadi Berantakan

Pada forum ini, akan dihadirkan para tokoh dari berbagai negara dan latar belakang dengan penekanan berbagi pengalaman untuk merumuskan upaya terbaik menyelamatkan iklim global.

“Tokoh yang dihadirkan dari berbagai latar belakang agama, organisasi, dan budaya yang berbeda-beda. Ini untuk mengatasi masalah perubahan iklim,” kata Mu’ti.

“Bagaimana Muhammadiyah terlibat melalui inovasi, budaya, serta kerja sama mengurangi dampak dari perubahan iklim yang memang sekarang sudah sangat terasa. Ini sudah kita (Muhammadiyah) suarakan sejak 2015 lalu di Muktamar Makassar,” imbuh Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.

Baca juga :   Bertemu Gus Najih Maimun, LaNyalla Diberi Kaligrafi. Ternyata Ini Tujuannya....

Adapun acara lainnya konsolidasi nasional menghadapi Pemilu 2024, menurut Mu’ti, digelar lebih awal pada hari Kamis tanggal 16 November 2023.

“Konsolidasi akan mengundang Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia. Juga majelis dan lembaga di Pimpinan Pusat, serta semua Amal Usaha di Muhammadiyah (AUM) yang digelar pada Kamis (16/11),” ungkap pria asli Kudus, Jawa Tengah ini.

Baca juga :   Soal Sengketa Tol Cisumdawu, Wabup Sumedang: Insya Allah selesai di Tangan Pak LaNyalla

Terkait tamu negara pada Puncak Milad, Mu’ti memastikan, hanya mengundang pemimpin di regional Yogyakarta saja. Muhammadiyah pada perayaan tidak mengundang presiden, wakil presiden, menteri, termasuk para capres maupun cawapres.

“Yang kita undang hanya Sri Sultan Hamengku Buwono X, karena fungsional sebagai Gubernur DIY,” ujarnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *