Raih Penghargaan dari GCI, Yandri Susanto: Anak Bangsa Harus Satu Gerakan Selamatkan Lingkungan

  • Bagikan
PENGHARGAAN DUNIA: Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto (kiri) menerima penghargaan dari Green Climate International (GCI) yang diserahkan langsung Chairman of The Board GCI, Fahad Attamimi (dua dari kanan) di ruang kerja pimpinan MPR, Lt.9, Komplek Gedung MPR/DPR, Senayan, Rabu (1/3).  

INDOSatu.co – JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto kedatangan dua tamu dari Green Climate International (GCI). Kedatangan Chairman of The Board GCI, Fahad Attamimi dan stafnya Roland disambut dengan hangat di ruang kerja pimpinan MPR, Lt.9, Komplek Gedung MPR/DPR, Senayan, Rabu (1/3).

GCI adalah organisasi yang bergerak, konsen, dan peduli pada masalah lingkungan hidup. Organisasi ini beralamatkan di Harry Banninkstraat 52, 1011 DD Amsterdam The Netherlands. GCI juga merupakan salah satu organisasi lingkungan hidup dunia. Meski berada di Eropa, namun tokoh-tokoh GCI adalah orang-orang Indonesia.

Kedatangan mereka ke Indonesia untuk memberi penghargaan kepada Yandri Susanto atas kepeduliannya terhadap isu lingkungan hidup yang selama ini ia lakukan. Atas penghargaan tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengucapkan terima kasih kepada pimpinan GCI.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan GCI yang sudah datang jauh-jauh dari Belanda,” ujarnya.

Ia merasa terhormat dinilai sebagai salah satu orang Asia dan Indonesia yang diakui oleh organisasi tersebut yang mampu menginisiasi masyarakat berperan dalam lingkungan hidup. Disebutkan, bahwa GCI saat ini tengah konsen memperhatikan keberadaan lingkungan di Indonesia.

Pria asal Bengkulu itu mengakui bahwa, sejak kecil sudah peduli pada masalah lingkungan hidup. Di kampung halamannya, di Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, Yandri sudah mengkampanyekan gerakan menanam pohon dan menjaga kebersihan di tempat-tempat publik seperti pemandian umum.

Baca juga :   Yandri Susanto: MA Harus Batalkan Putusan PN Jakarta Pusat yang Bolehkan Nikah Beda Agama

“Ketika masyarakat belum paham akan pentingnya lingkungan yang lestari dan hijau, saya sudah melakukan aksi nyata tentang lingkungan,” ujarnya.

Dengan demikian, bila pihak GCI hari ini datang untuk memberi penghargaan kepada dirinya, hal itu menurutnya nyambung dengan semangat dirinya. Karena itu, Yandri akan selalu mendukung gerakan yang dilakukan GCI. Dirinya berharap, semua komponen dan stakeholder yang ada di Indonesia perlu menyambut baik kehadiran organisasi itu. “Jangan sampai ada kecurigaan dan penghalangan terhadap organisasi apapun,” tutur Yandri.

Ditambahkan Yandri, semua pihak wajib mendukung organisasi seperti GCI karena cita-citanya sangat mulia, yakni bagaimana lingkungan terselamatkan yang bermuara pada keselamatan manusia sebagai penghuni di muka bumi ini.  “Paru-paru dunia kan ada di Indonesia,” tegas Yandri singkat.

Yandri Susanto mengucapkan terima kasih kepada GCI atas penghargaan yang diberikan itu. Penghargaan yang diberikan menjadi pemacu dan pemicu untuk bagi dirinya untuk terus berkonsentrasi dan berkontribusi kepada lingkungan. “Saya meminta dan memanggil kepada seluruh anak bangsa untuk satu nafas, gerakan, dan jiwa, bahwa, sejatinya lingkungan itu harus diselamatkan,” tegas Yandri seraya menegaskan bahwa lingkungan yang ada harus dirawat, bukan untuk dimusnahkan.

Diingat Yandri bahwa, bila seluruh masyarakat menyelamatkan lingkungan, sejatinya hal itu juga menyelamatkan diri umat manusia itu sendiri. “Kalau kita berkhidmat untuk menyelamatkan lingkungan, berarti itu menyelamatkan jiwa kita sendiri,” tuturnya.

Baca juga :   Kobarkan Gerakan Gotong Royong, Yandri Susanto Ajak Entaskan Buta Aksara Alquran

Kedatangan GCI ke Indonesia dikatakan Yandri sangat tepat. Ia berharap, organisasi ini bisa bekerja sama dengan Pemerintah, Lembaga negara, LSM, dan pihak-pihak yang peduli pada lingkungan hidup. “Saya berharap seperti itu, karena cita-cita kita itu, bagaimana menekan laju kerusakan lingkungan,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Yandri, bersama dengan GCI pihakanya akan membantu recovery lingkungan yang sudah rusak. Dikembalikan ke fungsinya. Bila tidak ada orang yang peduli untuk perbaikan, maka dunia akan menuju ke kegelapan. “Karena itu, sekali lagi, saya berterima kasih kepada GCI yang punya kepedulian luar biasa ini,” ujarnya.

Yandri mengatakan, tidak ada alasan kalau pemerintah Indonesia tidak mendukung GCI. Kita mestinya malah harus berterima kasih kepada GCI karena sudah disadarkan akan arti penting lingkungan hidup. “Saya doakan semoga GCI menjadi organisasi favorit di dunia,” harap Yandri.

Yandri mengaku siap mendukung GCI dan sepakat dengan program-program yang ada. Program yang ada bisa disinergikan dengan MPR, terkait isu lingkungan. Orang yang berjiwa Pancasilais adalah orang-orang yang tidak merusak lingkungan, tidak merusak harmonisasi alam.

“Di UUD NRI Tahun 1945 pun juga banyak pasal dan ayat yang mengatur isu lingkungan. Jadi, masalah lingkungan cocok dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR,” tambah Yandri seraya mengingatkan jika lingkungan terselamatkan, manusia juga akan selamat, sehingga hal itu menjadi pertanda bahwa sebagai bangsa, Indonesia sudah sesuai dengan rel dalam membangun peradaban.

Baca juga :   Hadiri Syiar Ramadan Al-Khairiyah, Yandri Apresiasi dan Anggap Program Positif

Sementara itu, Menurut Chairman of The Board GCI, Fahad Attamimi, GCI dibentuk untuk mendukung kelestarian lingkungan hidup di dunia. Diakui, kerusakan lingkungan hidup yang ada sudah demikian parah. Untuk itu, GCI bergerak agar bagaimana masalah recovery hutan, air, dan yang lainnya bisa tercipta. Dirinya senang ketika pemerintah tengah membangun green energy, mobil listrik, dan langkah-langkah penyelamatan lainnya yang semuannya bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan polusi.

GCI datang ke Indonesia untuk mencari dukungan, karena Indonesia saat ini memiliki peran yang penting dalam percaturan dunia. Dukungan dari Indonesia disebut sangat strategis. “Indonesia wilayahnya sangat luas, sehingga perannya sangat dibutuhkan dunia,” papar Fahad.

Kepada Yandri Susanto, GCI menyampaikan pesan akan datangnya bahaya kerusakan lingkungan yang disebabkan polusi. Polusi yang ada disebut tidak hanya menyebakan udara tercemar, namun juga sudah memberi dampak pada kematian bayi. “Untuk itu, kunjungan GCI mohon didukung dan di-support,” ujar Fahad.

GCI pun siap membantu pemerintah dan orang-orang Indonesia yang ingin membangun jaringan dan kerja sama dengan pihak-pihak yang peduli lingkungan di Eropa. Dikatakan, penghargaan yang diberikan kepada Yandri Susanto karena dinilai peduli pada masalah lingkungan. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *