Puncak Arus Balik, 270 Ribu Kendaraan Hari ini Diprediksi Masuk Jabodetabek

  • Bagikan
PUNCAK ARUS BALIK: Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah, baju putih) mengatakan, sebanyak 270 ribu kendaraan diperkirakan akan masuk ke Jabodetabek pada Ahad (8/5).

INDOSatu.co – JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa, sebanyak 270 ribu kendaraan di perkirakan akan masuk ke Jabodetabek pada puncak arus balik.

Muhadjir menyampaikan, bahwa jumlah tersebut sepertiga dari jumlah total keseluruhan pemudik yang akan balik ke Jakarta. Seperti yang disebut oleh Kapolri, bahwa pada Ahad (8/5) akan menjadi puncak mudik.

‘’Dan berdasarkan dari prediksi jasa marga pula, akan ada 270 ribu kendaraan yang akan masuk ke Jabodetabek dari semua arah. Dan ini memang harus  kita siapkan sungguh-sungguh,” kata Muhadjir.

Baca juga :   Jelaskan Pelanggaran Etik, LaNyalla Minta BK DPD Berhentikan Fadel

Menko PMK juga menyampaikan bahwa akan ada penerapan one way untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas. Diketahui sejak pukul 14.00 WIB, Jumat (6/5), telah diberlakukan sistem satu arah mulai dari Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga ke KM 47 Tol Jakarta-Cikampek (Japek) arah Jakarta.

Koordinasi dan sinkronisasi antara pihak Korlantas dan pihak Kemenhub serta operator jasa jalan tol terus diupayakan dalam melakukan tukar data dan informasi.

Adapun menurut data terakhir dari Kapolri, baru 30 persen pemudik yang kembali ke daerah asal mudik. Sementara 64 persen lainnya masih mudik. Artinya dua kali lipat pemudik belum masuk Jabodetabek.

Baca juga :   Gas Bocor, Warga Pusing - Mual, Pertamina Kasih Obat Tablet

“Sementara, kalau dilihat puncaknya tinggal hari Ahad, meski ada juga yang mungkin merencanakan balik selepas hari Ahad. Tentu akan kita maksimalkan beberapa solusi, seperti one way, ganjil genap, dan contra flow,” jelas Muhadjir.

Akibat kebijakan one way, sering terjadi sumbatan di jalur arteri. Meski demikian, pihaknya akan mengadakan relaksasi di jalur tol dari one way diubah menjadi contra flow.

“Dengan demikian, ketika terjadi stagnasi, kemacetan di jalur arteri, itu bisa terurai kembali. Jangan sampai terjadi lock jam, macet yang terkunci. Ini yang harus betul-betul kita hindari,” tandasnya.

Baca juga :   Reses DPD Bebani APBN, Mantan Senator Aceh Ingatkan Persoalan Hukum

Sebelumnya, pemerintah juga telah mempertimbangkan terkait kebijakan jalur one way, dimana pemudik yang menggunakan jalur arteri menjadi yang pertama terkena imbas one way.

“Maka ketika akan mendekati lock jam, akan dibuka kebijakan baru, yaitu akan dibuka paling tidak contra flow. Sehingga, sebagian jalan tol bisa dilewati oleh mereka yang semula lewat jalur arteri. Dan ini sudah kita prediksi, dan juga sudah simulasi beberapa kali,” kata Menko PMK. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *