INDOSatu.co – JAKARTA – Duet Prabowo Subianto – Puan Maharani diprediksi banyak kalangan bakal berjalan mulus. Untuk memuluskan jalan keduanya, sejumlah orang mendeklarasikan diri sebagai relawan Poros Prabowo-Puan di Wet Coffee, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (3/11) sore.
Mereka menyatakan dukungan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Maharani untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Andianto, Koordinator Relawan Poros Prabowo-Puan mengungkapkan, dukungan kepada dua tokoh nasional itu merujuk pada tingginya elektabilitas Prabowo Subianto di sejumlah lembaga survei. Sementara, Puan mempunyai basis dukungan fanatik dari pemilih PDIP.
“Jadi, di antara tokoh bangsa dan tokoh politik yang muncul dan memiliki elektabilitas tinggi adalah sosok Bapak Jenderal Prabowo Subianto,” kata Andianto kepada wartawan di lokasi acara.
Lebih lanjut, kata Andianto, sosok Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dinilai berhasil membangun aspek pertahanan bangsa menjadi lebih baik.
“Beliau cukup sukses dalam bekerja untuk membangun pertahanan bangsa, dengan memperkuat Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) termasuk Pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) dan juga dari aspek kekuatan teknologi (Cyber War) tanpa menguras APBN,” ungkap Andianto.
Di sisi lain, Andianto menilai sosok Puan Maharani layak mendampingi Prabowo pada gelaran Pilpres 2024. Puan dinilai memiliki banyak jam terbang di dunia politik Indonesia.
“Politisi perempuan ini sangat berpengalaman, Puan Maharani saat ini sedang menjabat sebagai Ketua DPR RI, beliau merupakan cucu dari tokoh pendiri bangsa Indonesia, yaitu Ir Soekarno, Presiden Pertama RI,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Andianto juga menyindir narasi pelanggaran HAM 98 yang selalu dikaitkan oleh Prabowo saat mencalonkan diri sebagai calon presiden di dua pagelaran Pilpres sebelumnya.
“Saya pikir kalau pelanggaran HAM itu sudah 98 ya. Dan itu sudah tidak terbukti di Mahkamah Internasional dan di Pengadilan HAM sendiri tidak terbukti. Saya tidak akan lari ke sana. Marilah kita lupakan semua kesalahan, lupakan semua konotasi negatif, mari kita bangun indonesia yang lebih baik,” pungkas Andianto. (adi/red)