INDOSatu.co – SUKOHARJO – Upacara HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Rabu (17/8) di Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan inspektur upacara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, berlangsung khidmat.
Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu memenuhi permohonan dari ponpes Al Mukmin untuk menjadi Inspektur Upacara. Menko PMK tiba di Ponpes Al Mukmin Ngruki pukul 07.00 pagi. Kedatangannya disambut hangat oleh sesepuh Ponpes Al Mukmin Ngruki, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir,
Direktur Ponpes Ustad Yahya, Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta Kolonel (Inf) Achiruddin, Dandim 0726 Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi, Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho S tampak khidmat mengikuti upacara tersebut. Sedangkan para santri berbaris rapi dan beberapa lainnya bertugas mengibarkan bendera merah putih.
Menko PMK kemudian menuju panggung untuk memimpin upacara peringatan HUT RI ke-77. Setibanya di panggung, komandan upacara menyerukan penghormatan kepada inspektur upacara. Dilanjutkan dengan prosesi pengibaran Bendera Merah Putih oleh Paskibra. Komandan upacara menyerukan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih. Semua perangkat upacara dan peserta upacara serempak memberi hormat.
Prosesi upacara kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan pembacaan teks proklamasi oleh inspektur upacara. Berlanjut pada pembacaan pembukaan UUD 1945, dan pemberian amanat oleh Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Menko PMK Muhadjir Effendy menyampaikan pesan kepada para para santri di Ponpes Al Mukmin Ngruki untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan terus semangat belajar dan tidak menyerah untuk menggapai cita-cita.
Selain itu, Muhadjir juga meminta para santri di Ponpes Al Mukmin Ngruki dapat mengimbangkan pendalaman atas ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Menurutnya, hal itu sangat penting untuk mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat.
Apabila hal itu bisa dilakukan, Menko PMK optimistis para santri Ponpes Al Mukmin Ngruki bisa menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Di sisi lain, Muhadjir mengaku bangga dengan santri di Ponpes Al Mukmin. ‘’Saya yakin kalian semua akan memimpin masa depan, akan menjadi bagian dari kepemimpinan nasional Indonesia ini,” ujar Menko PMK dalam amanatnya.
Menko Muhadjir berpesan agar para santri bisa mengimbangi dan memperkuat semangat keislaman dan keindonesiaan. Menurut dia, apabila para santri Ponpes Al Mukmin Ngruki bisa melakukannya, maka para santri bisa unggul dan bersaing.
“Terus belajar, teguhkan semangat jiwa keislaman. Kuatkan semangat kebangsaan. Karena dengan kebangsaan dan keislaman, dengan keislaman dan keindonesiaan itulah kalian akan bisa mampu bersaing dengan generasi muda bangsa Indonesia yang lain. Saya yakin kalian semua akan bisa melakukan itu,” pungkasnya menutup amanat.
Kegiatan upacara diakhiri dengan pembacaan doa dan andika bhayangkari. Upacara berlangsung secara khidmat, tertib, dan lancar. Kemudian, Menko PMK melanjutkan berinteraksi dan berdialog dengan para santri di Masjid Baitus Salam Ponpes Al Mukmin Ngruki.
Kegiatan dialog berlangsung interaktif. Para santri bersemangat untuk bertanya kepada Menko PMK terkait kesuksesannya bisa menjadi menteri dan juga terkait peranan santri untuk Indonesia.
Menko Muhadjir memberikan motivasi kepada para santri untuk terus bersemangat menggapai cita-cita dan terus belajar keras sampai perguruan tinggi. Menurut Muhadjir, peran santri saat ini adalah belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum serta meraih cita-cita adalah cara terbaik untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia
“Saya yakin kalau itu dilakukan, maka kalian semua bisa berhasil. Tidak ada halangan bagi para santri untuk berhasil, bisa jadi polisi, bisa jadi tentara, bisa jadi pejabat negara. Tidak ada halangan juga bagi kalian untuk menjadi Presiden sekalipun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK juga menyempatkan bersilaturahmi dengan pendiri Ponpes Al Mukmin Ngruki Ustaz Abu Bakar Ba’asyir. Kemudian melanjutkan peninjauan Balai Pengobatan Ponpes Al Mukmin Ngruki.
Dalam kesempatan itu, Menko PMK memberikan lambang Garuda Pancasila kepada Direktur Ponpes Al Mukmin Ngruki Ustaz Yahya. Kemudian, Menko PMK memberikan bantuan Alquran, buku-buku agama dan pengetahuan umum, dan alat kesehatan seperti oksimeter untuk balai pengobatan ponpes. (*)