Petugas Amankan “Penyusup” Memasuki Pelabuhan Tanjung Emas

  • Bagikan
SIMULASI PENGAMANAN: Petugas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang melakukan simulasi pengamanan. Kegiatan itu dilaksanakan untuk mengantisipasi terjadinya tindak penyelendupan di pelabuhan yang rawan dan bisa terjadi kapan saja.

INDOSatu.co – SEMARANG – Dua orang penyusup memasuki Pelabuhan Tanjung Emas dengan membawa barang mencurigakan, yakni bungkusan kardus. Kedua orang tersebut selanjutnya diamankan oleh petugas pelabuhan Tanjung Emas untuk diinterogasi oleh petugas gabungan di Poskotis. Sedangkan dua orang lainnya berhasil melarikan diri.

Kejadian tersebut diawali oleh bersandarnya sebuah kapal di Pelabuhan Tanjung Emas, selanjutnya semua penumpang turun dari kapal. Tetapi ada empat penumpang mondar-mandir yang belum turun dari kapal sambil membawa bungkusan kardus.

Namun ketika disapa oleh petugas keempat orang tersebut justru menyerang petugas dan dua orang berhasil diamankan dan dua orang lainnya melarikan diri. Kemudian, dua orang tersebut diinterogasi di Poskotis oleh petugas gabungan.

“Dua orang itu dibawa ke Poskotis untuk dimintai keterangan, sedangkan kardus yang mencurigakan setelah dibuka ternyata isinya burung yang dilindungi,” kata DMHACC Regional Jawa Tengah Nasikhudin dalam simulasi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, (6/10).

Baca juga :   Tanyakan Nasib Deposito, Ratusan Nasabah Datangi KSPPS Kospin Jaya Karanganyar

Ditambahkan Nasikhudin, kegiatan ini berkaitan dengan keamanan di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas tentang penerapan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code sebagai wujud pelaksanaan dalam klausal penerapan ISPS dalam Driil yang dilaksanakan dalam tiga bulan sekali dan Exercise dilaksanakan dalam 18 bulan sekali.

“Jadi, ini bagian dari pererapan ISPS Code yang telah diterapkan. Secara permanen ISPS Code Pelabuhan Tanjung Emas untuk dermaga Nusantara dan terminal penumpang, sudah mendapatkan permanen dari penerapan ISPS Code,” tambahnya.

Kegiatan Driil exercise Code untuk menjamin keselamatan, keamanan, di lingkungan pelabuhan untuk koordinasi dan komunikasi antar Fasilitas Pelabuhan seperti Kesyahbadaran, Airud, Polsek yang melibatkan semuanya dalam latihan ini.

Baca juga :   Jelang Muktamar Muhammadiyah, GP Ansor Sediakan Rumah Singgah untuk Tamu dan Penggembira

“Ini sebagai wujud dalam menciptakan keamanan melakukan sinergi. Sedangkan ancaman di pelabuhan itu sendiri adalah penyusupan misalnya teroris di terminal penumpang. Karena sangat rawan, makanya kami mengadakan Driil melibatkan stekholder karena keamanan menjadi tanggungjawab kita,” jelasnya.

Kepala KSOP Pelabuhan Tanjung Emas M. Tohir mengatakan, kegiatan diikuti oleh perwakilan petugas keamanan dari enam fasilitas dan instansi yang berada di wilayah pelabuhan Tanjung Emas, diantaranya Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), PT Sriboga Flour Mills, PT Pelindo Cabang III, Pertamina, PT Kayu Lapis Indonesia (KLI), PT Opsico dan PT Indonesia Power.

Ditambahkan oleh M. Tohir kegiatan Exercise ISPS Code 2021 adalah latihan pengamanan fasilitas pelabuhan yang disesuaikan dengan standar internasional pengamanan fasilitas pelabuhan yakni (International Ship and Port Facility Security) ISPS Code.

Baca juga :   Bea Cukai Musnahkan Ribuan BMN Senilai Rp 2,2 Miliar

“Kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa Team keamanan di semua fasilitas pelabuhan di wilayah Tanjung Emas selalu dalam kondisi siap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan,” tambahnya.

RSO PT Kaneta, Tri Hastuti mengatakan International Ship and Port Security Code (ISPS Code) merupakan regulasi International Maritime Organization (IMO) yang secara khusus mengatur tentang kegiatan dan langkah yang harus diambil oleh setiap negara dalam menanggulangi ancaman Terorisme di laut.

Penyusunan ISPS CODE adalah melakukan tinjauan ulang terhadap segala tindakan dan prosedur dalam mencegah kemungkinan aksi teroris yang mengancam keamanan maritim, khususnya terhadap penumpang kapal dan awak kapal, serta keselamatan kapal pada umumnya. “Untuk mencegah maka kegiatannya seperti ini, dan kegiatan Exersice ini untuk menghadapi 9 ancaman salahsatunya penyusupan,” katanya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *