Perwujudan Amal Salih, Haedar Letakkan Batu Pertama Masjid Al Mushannif di TIM

  • Bagikan
AMAL SALIH: Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah) diapit Musa Rajekshah (tiga dari kiri) dan Ustad Adi Hidayat (tiga dari kanan) di acara peletakan batu pertama Masjid Al Mushannif di TIM, Bantul, Yogyakarta.

INDOSatu.co – YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan pembangunan Masjid Al Mushannif di kompleks Tabligh Institut Muhammadiyah (TIM), Kasihan, Bantul, Yogyakarta belum lama ini.

Dalam peresmian ini, Haedar didampingi Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal, serta para donatur termasuk Wakil Gubernur Sumut 2019-2023 Musa ‘Ijech’ Rajekshah dan Ustad Adi Hidayat.

Haedar Nashir dalam amanahnya menyampaikan, segala bentuk pembangunan merupakan kristalisasi dari amal salih, serta manifestasi dari integrasi, transformasi, dan proyeksi agama dan dunia yang dilakukan oleh Kiai Ahmad Dahlan.

Guru Besar Sosiologi ini mengutarakan, integrasi agama dan dunia kemudian melahirkan peradaban. Sebuah peradaban yang dibangun di atas pondasi dua dimensi itu diharapkan akan melahirkan masyarakat terbaik.

Baca juga :   Dua Pimpinan MUI Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Zakat Nasional dari Baznas

“Setelah masjid ini dibangun, harus diramaikan oleh masyarakat dengan pengajian-pengajian, gerakan ilmu, kegiatan-kegiatan sosial masyarakat, dan membangun peradaban maju di masyarakat,” harap Haedar.

Dalam kesempatan ini, Haedar juga memberi motivasi kepada warga persyarikatan yang berkeinginan untuk mengembangkan amal salihnya dalam bentuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Menurutnya, semua akan ada jalan jika disertai keyakinan akan rida Allah SWT.

“Tapi memang harus ada totalitas dan keyakinan kita bahwa ketika susah, sulit, Allah mempermudah jalan. Tapi memang perlu kesabaran dan ikhtiar yang terus menerus,” ungkapnya.

Direncanakan sebagai inkubasi calon dai, Haedar berpesan supaya sebelum masjid ini berdiri untuk segera dibangun rancang program yang berkelanjutan. Tidak cukup bangun rancang fisik bangunan, tetapi yang lebih substantif yaitu bangun rancang program dai-dai Muhammadiyah untuk dakwah berkemajuan.

Baca juga :   Yandri Susanto Yakin Pelayanan Jamaah Haji Tahun Ini Insya Allah Lebih Baik

“Jangan lupa programnya, memikirkan bagaimana program kita ke depan. Bahkan ke depan, pembinaan untuk melahirkan mubalig-mubalig muda itu harus diperbanyak,” pesan Haedar.

Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Fathurrahman Kamal menjelaskan bahwa pembangunan Tabligh Institut Muhammadiyah merupakan langkah konkret untuk melahirkan dai Muhammadiyah yang kompeten.

Saat ini tengah dipersiapkan program untuk inkubasi mubalig Muhammadiyah, dengan fokus kegiatan di Tabligh Institut Muhammadiyah. Setelah itu mereka akan disebar ke berbagai kawasan yang membutuhkan.

Terkait dengan bentuk bangunan Masjid Al Mushannif, Fathur menjelaskan bahwa gedung ini akan terdiri dari tiga lantai dengan desain yang ‘instagramable’, salah satunya atapnya yang transparan bisa melihat langit.

Baca juga :   Tidur Saat Berpuasa Bernilai Ibadah? Ternyata Haditsnya Dhaif

“Gedung ini atapnya transparan, jadi jika berdoa di sini semoga akan cepat sampai langit dan diijabah oleh Allah SWT,” seloroh Fathurrahman yang disambut tawa peserta yang hadir.

Harapan sama juga disampaikan oleh Ustaz Adi Hidayat dan Musa Rajekshah, melalui hadirnya Masjid Al Mushannif ini akan lahir banyak dai Muhammadiyah yang kompeten dan siap disebarkan di seluruh pelosok Indonesia.

Penamaan Al Mushannif untuk masjid ini merujuk pada nama dari H, Mushannif bin Gulrang Shah, ayah dari Wakil Gubernur Sumut periode 2019-2023, Musa Rajekshah. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *