INDOSatu.co – JAKARTA – Jasa besar Mochammad Hatta di bidang perekonomian bangsa tak lekang oleh waktu. Karena itu, tepat di Hari Koperasi ke-75 kali ini, para tokoh nasional berziarah ke makam tokoh yang dijuluki sebagai Bapak Koperasi Indonesia itu, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).
Beberapa tokoh nasional hadir dan melakukan tabur bunga di makam Wakil Presiden Republik Indonesia pertama tersebut. Mereka adalah Jimly Asshiddiqie, Syahganda Nainggolan, Ferry Joko Juliantono, Lieus Sungkharisma, Silviana Murni dan sederet nama tokoh nasional lainnya.
Ziarah ke makam Bapak Proklamator itu merupakan rangkaian dari Hari Koperasi yang diperingati setiap tanggal 12 Juli. Wakil Ketua Umum Dekopin Nasional Ferry Juliantono yang didapuk menjadi Ketua Pelaksana acara menjelaskan, Hari Koperasi Nasional yang digelar hari ini memang berbeda dengan biasanya.
“Selain menggelar upacara, para tokoh nasional dan pengurus Dekopin berziarah di makam Bung Hatta di Tanah Kusir,” ujar Ferry, Selasa (12/7).
Puncak perayaan Hari Koperasi Nasional sendiri, kata Ferry, akan digelar di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada 23 Juli 2022. Karena yang datang adalah para tokoh nasional dan juga para aktivis pergerakan, moment tersebut menjadi ajang untuk memikirkan kondisi ekonomi negara yang kondisi ekonominya sedang karut-marut ini.
Mereka mengucapkan ikrar untuk melakukan perlawanan terhadap oligarki yang sudah menguasai sendi-sendi ekonomi dan kekuasaan, yang ujung-ujungnya menyengsarakan rakyat dan menjerumuskan bangsa. Mereka membubuhkan tanda tangan di atas kain kanvas sebagai bukti perlawanan terhadap oligarki.
Sementara itu, Lieus Sungkharisma, salah satu tokoh yang hadir di acara tersebut menilai, Hari Koperasi yang jatuh pada 12 Juli 2022 dinilai nyaris tidak ada gaungnya. Bahkan, tidak ada pidato kenegaraan dari pejabat negara. Hal itu semakin menegaskan, bahwa gerakan koperasi semakin jauh dari perhatian pemerintah. Padahal, koperasi menjadi sokoguru perekonomian Indonesia.
‘’Kondisi ini, tentu saja sangat memprihatinkan. Sebab, koperasi yang menjadi salah satu penyokong utama dari berdirinya Republik Indonesia, dilupakan begitu saja. Ini mengindikasikan betapa ekonomi kapitalistik dan liberal semakin kuat menanamkan kukunya di Indonesia,” kata Lieus saat dihubungi INDOSatu.co, Selasa (12/7).
Lieus menengarai, dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-75, hanya Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) yang membuat acara secara nasional dengan melakukan ziarah ke makam Bung Hatta di pemakaman umum Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
“Ironisnya, dalam acara itu tidak ada satu pun pejabat negara yang menghadirinya,” ujar Lieus yang usai tanda tangan memekikkan kalimat; Lawan Oligarki, Koperasi Top.
Upacara peringatan Hari Koperasi ke-75 itu sendiri dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini menjadi anggota DPD RI, Profesor Jimly Asshiddiqie, yang bertindak selaku inspektur upacara. (adi/red)