INDOSatu.co – JAKARTA – Meninggalnya KH. Chalid Mawardi, salah satu pendiri organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menyisakan duka mendalam bagi Abdul Muhaimin Iskandar. Sebagai Ketua Majelis Pembina Nasional PB PMII, Gus Imin merasa kehilangan terhadap sosok salah satu pendiri PMII tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji`un. Saya tentu sangat bersedih, berduka yang amat dalam. Teriring doa, semoga beliau Pak Chalid Mawardi husnul khatimah,” kata Gus Imin dalam keterangannya kepada wartawan dikutip pada Ahad (28/7).
Bagi Gus Imin, Kiai Chalid Mawardi merupakan sosok teladan bagi seluruh kader PMII. Pria yang juga Wakil Ketua DPR bidang Kokesra itu menilai, KH Chalid Mawardi tak sungkan memberi motivasi kepada kader PMII, meski di usia senja.
“Teladan kita semua. Beliau yang terus memberi motivasi, semangat, dan bahkan didalam usia beliau terus hadir dan memberikan motivasi kepada para aktivis PMII,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mengaku bersyukur mendapat kesempatan berinteraksi dan mendapat arahan langsung dari Kiai Chalid Mawardi semasa masih hidup.
“Saya bersyukur sempat bersama beliau, berinteraksi, mendapatkan arahan dan motivasi. Hari ini kita kehilangan seorang tokoh besar. Pendiri PMII, aktivis Nahdlatul Ulama, Kiai dan Ulama serta pejuang keadilan dan kemakmuran rakyat,” kata politisi asli Jombang, Jawa Timur itu.
“Pak Chalid Mawardi, Selamat Jalan! Allah memanggilmu dalam pelukan surga-Nya. Insyaallah Pak Chalid Mawardi husnul khatimah. Alfatihah!,” tukas Gus Imin.
KH. Chalid Mawardi merupakan salah seorang pendiri PMII pada 1960. Seiring perjalanan waktu, Chalid Mawardi muda juga pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor era 1980-1985. Dunia aktivislah yang membuat Chalid Mawardi dikenang hingga sekarang.
Kiai Chalid dikenal sebagai sosok pengayom anak-anak muda NU. Almarhum selalu berpesan agar PMII tidak jauh-jauh dari Nahdlatul Ulama.
Chalid Mawardi lahir di Solo 11 September 1936. lbunya, Mahmudah Mawardi, adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU pertama sejak Muslimat NU menjadi badan otonom NU. (*)