Pemerintah Segera Beri Kepastian Kuota Haji 2022, LaNyalla Berharap Lebih Banyak

  • Bagikan
BERHARAP JCH LEBIH BANYAK: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat meninjau salah satu konveksi di Bandung Jawa Barat, Senin (11/04), kemarin.

INDOSatu.co – JAKARTA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta pemerintah segera memberi kepastian kuota haji tahun 2022. Menurutnya, hal itu penting karena akan berpengaruh pada persiapan haji, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi.

“Pemerintah segera meminta kepastian jumlah kuota haji ke Pemerintah Arab Saudi. Ini penting supaya persiapan bisa dilakukan dengan baik, mengingat beberapa syarat yang memang harus segera dipenuhi,” kata LaNyalla, Selasa (12/4).

Baca juga :   Jelaskan soal Posisi PAN dalam Koalisi, Yandri: Ketum Diundang saat HUT

LaNyalla mengaku bersyukur, bahwa ibadah haji tahun 2022 telah dibuka Pemerintah Arab Saudi, meski masih dengan kuota 1 juta jamaah. Pembukaan itu memberikan kepastian kepada calon jamaah haji asal Indonesia yang sudah tertunda selama 2 tahun.

Namun sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, LaNyalla menginginkan Indonesia mendapatkan kuota maksimal. Jumlah kuota diharapkan tidak akan sama seperti sebelum pandemi. ‘’Makanya saya minta pemerintah kita untuk melobi Arab Saudi, sehingga kuota (jamaah calon haji (JCH) kita mendapat tambahan lebih banyak,” jelas dia.

Baca juga :   Yandri Susanto: KH. Abdul Chalim Layak Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan tentang perlunya prioritas dan klasifikasi jamaah calon haji yang akan berangkat. Hal itu penting supaya tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari.

“Calon jamaah haji yang harusnya berangkat tahun 2020 maupun 2021 jumlahnya banyak. Sementara tahun 2022 ini kuota kita turun. Disinilah pentingnya memberi prioritas, namun tetap sesuai ketentuan,” paparnya.

Baca juga :   Bahas PB Muaythai Indonesia, Menpora dan Ketua KONI Temui Ketua DPD RI

Setelah ibadah haji dibuka kembali, Pemerintah Arab Saudi memberikan syarat utama jamaah yang bisa ibadah haji tahun ini. Di antaranya usia calon jamaah tidak boleh lebih dari 65 tahun, telah mendapatkan vaksin booster, serta negatif Covid yang dibuktikan dengan tes PCR di negara asal. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *