PBB Tolak Kedatangan Utusan Amerika Serikat Bawa Misi HAM untuk LGBTQI+

  • Bagikan
SIKAP TEGAS: Ketua Majelis Syura Partai Bulan Bintang (PBB), KH Masrur Anhar menyikapi kedatangan Jessica Stern, utusan Amerika Serikat.

INDOSatu.co – JAKARTA – Majelis Syuro DPP Partai Bulan Bintang (PBB) mendukung Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak kehadiran Jessica Stern, utusan khusus Amerika Serikat untuk memajukan hak asasi manusia bagi Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer dan Interseks (LGBTQI+)  ke Indonesia.

Ketua Majelis Syuro PBB, KH Masrur Anhar mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara Pancasila, di mana nilai-nilai ketuhanan dijiwai oleh seluruh rakyat Indonesia. LGBTQI+ sangat bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang dianut masyarakat Indonesia.

Baca juga :   Fadel Muhammad: Hari Raya Idul Fitri 1445 H., Momen Konsolidasi antar Anak Bangsa

”LGBT itu bertentangan dengan fitrah manusia, di mana fitrah manusia itu sesuai dengan Surah An-Nisa ayat 1 yang berbunyi ”Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak”,” ujar Kyai Masrur Anhar dalam keterangannya dikutip INDOSatu.co, Kamis (8/12).

Baca juga :   Kabar Duka, Rizal Ramli Meninggal Dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo

Masrur Anhar menambahkan, jika ada laki-laki suka sama laki-laki, perempuan suka sama perempuan, maka putuslah generasi dan tidak terjadi regenerasi, bahkan kehidupan manusia bisa musnah. Dan itu melanggar sunatullah.

”Karena itu, LGBT harus dilawan, walaupun mereka beranggapan itu sesuai dengan selera mereka, tapi kan selera mereka yang berseberangan dengan fitrah manusia,” tegas Kyai Masrur.

Baca juga :   Bareskrim: Irjen Napoleon Diduga Aniaya Muhammad Kece

Dalam Surah Al Syu’ara ayat 165-166 juga dijelaskan; ”Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas”.

”Yang pasti, Partai Bulan Bintang (PBB) menolak tegas kedatangan utusan khusus Amerika Serikat tersebut, dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi,” pungkas Kyai Masrur. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *