Pasien Covid Terus Meningkat, Ulil; Salahnya Jokowi Tunjuk Luhut

  • Bagikan
KRITIK PRESIDEN: Ulil Abshar Abdalla menyoroti terus tingginya pasien yang terpapar Covid-19 di Indonesia.

INDOSatu.co – JAKARTA – Terus meningginya angka kematian dan pasien terpapar Covid-19 di Indonesia mendapat perhatian cendekiawan muda, Ulil Abshar Abdalla. Dia mengkritik keras keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyerahkan tanggung jawab penanganan pandemi ke Luhut Binsar Pandjaitan.

Bahkan, penunjukan Jokowi kepada Luhut terkait penanganan pandemi Covid-19 itu dianggap Ulil merupakan kesalahan besar.  Seperti diketahui, Jokowi memang menunjuk Luhut sebagai koordinator PPKM Darurat Jawa Bali yang diberlakukan pada 3-20 Juli 2021 mendatang.

Baca juga :   Tiga Menteri Hadiri Vaksinasi Bakti untuk Negeri di Bojonegoro

“Kesalahan terbesar Pak Jokowi hari-hari ini, saat gelombang pandemi begitu dahsyatnya: menyerahkan kendali pandemi di Jawa-Bali ke Luhut,” cuitnya melalui akun Twitter @Ulil pada Rabu, 14 Juli 2021.

Adapun kesalahan terbesar Luhut setelah diserahi kendali, menurut Ulil, adalah mengatakan bahwa pandemi sudah terkendali.

“Sementara kenyataan di lapangan parah sekali,” kata Ulil dengan menekankan pada kata ‘parah’ dengan huruf kapital.

Baca juga :   Soal PPKM, Puan Minta Pemerintah Transparan

Ulil menilai bahwa Presiden Jokowi seharusnya terjun sendiri untuk memimpin “perang” melawan pandemi. Atau, kata Ulil, Jokowi bisa mendelegasikan beberapa tugas kepada beberapa pihak, namun harus tetap berperan sebagai Panglima.

“Situasi parah begini, tapi saya ndak melihat kepanglimaan itu pada presiden. Sedih,” katanya.

Lebih lanjut, Ulil menyebut bahwa kesalahan terbesar kedua Jokowi adalah melakukan sesuatu secara diam-diam, seperti mengizinkan adanya vaksin berbayar, bahkan untuk individu.

Baca juga :   Disambangi Prabowo Usai Haji, Cak Imin: Kita Sambut Beliau dengan Zamzam, agar Menang

“Dan yang menyakitkan bagi saya: vaksin berbayar itu dinamai Vaksin Gotong Royong. Padahal semangatnya jauh dari ajaran Gotong Royong. Ya Allah, negeriku,” ungkapnya. (*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *