INDOSatu.co – GORONTALO – Pasca lebaran, harga emas di beberapa daerah emas kembali terkoreksi turun, termasuk di Gorontalo. Di Provinsi dengan sebutan Serambi Madinah itu, harga emas turun kisaran Rp 15.000-Rp 20.000 per gram.
Ferara, manajer di bagian gadai Pegadaian HB. Jassin Kota Gorontalo menjelaskan bahwa, kadar emas memiliki berbagai macam, dari yang murni 24 karat, 22 karat dan kadar 23 karat. Dalam istilah peremasan, perhiasan juga memiliki kadar 70 % dan ada kadar 80 %
Untuk taksiran gadai per kadar 24 karat, kata Ferara, setiap hari tergantung harga emas harian. Jika ditarik rata-rata harganya Rp 900.000 sampai Rp 906.000 per gram. Kalau di Gorontalo banyak beredar emas dengan kadar 70 % atau istilah yang sering dipakai emas 22.
‘’Sedangkan untuk kadar 70 % pinjaman gadai per gram bisa mencapai rata-rata Rp 550.000 sampai Rp 560.000 per gram,’’ jelas Ferara kepada INDOSatu.co, Kamis (4/5).
Ferara juga mengungkapkan bahwa, kenaikan harga emas jika ditarik dari data-data sebelumnya, mulai dari tahun 2022 sampai April 2023 mengalami kenaikan dibandingkan 3 pekan terakhir ini. Penurunannya mencapai di kisaran belasan sampai puluhan ribu per gram.
Adapun penyebab naik turunnya harga emas, kata Ferara, hal itu tergantung dari kondisi pasar. Baik skala lokal maupun global. Tidak hanya itu. Penurunan harga emas pun dirasakan salah satu Toko Emas di Jalan Sam Ratulangi. Wulan, pemilik toko emas tersebut, sangat merasakan penurunan harga emas ini.
“Harga emas disini hari ini mulai dari 22 karat itu berada di harga Rp 835.000 dan yang 23 karat berada di harga Rp 980.000 per gram, sedangkan emas murni 24 karat mencapai kisaran Rp 927.000 per gram,” ungkap Wulan.
Wulan menjelaskan bahwa, harga emas sebelumnya terbilang lumayan naik. Karena harga 22 karat seharga Rp 850. 000 dan untuk emas 23 karat mencapai diharga Rp. 1.000.000 sedakan emas murni 24 karat bernilai Rp 940.000 per gram. (*)