INDOSatu.co – JAKARTA – Pasca kerusuhan dan berakhir bentrok yang melibatkan tenaga kerja asing (TKA) asal China dan pekerja lokal di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) Morowali Utara, Sabtu (14/1) malam membuat geram pimpinan DPR RI.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), meminta agar pemerintah segera melakukan audit total di PT GNI, baik dari sisi teknologi smelter hingga pelaksanaan aspek Keselamatan Kesehatan Kerja (K3).
Menurut politisi asli Jombang, Jawa Timur itu, langkah audit tersebut penting dilakukan untuk mengungkap fakta penyebab bentrokan yang terjadi antar kelompok pekerja di PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara tersebut.
“Saya kira perlu audit total secara komprehensif dari pemerintah, untuk PT GNI. Semua aspeknya ya, mulai teknologi smelter, masalah K3-nya. Ini penting untuk mengungkap menyebabkan terjadinya bentrokan sekaligus mencegah kasus serupa di perusahaan yang lain,” tegas Gus Muhaimin dalam keterangannya, kepada wartawan.
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengaku sangat menyesalkan pecahnya bentrokan yang menimbulkan tiga korban jiwa, serta mengingatkan semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi dengan berbagai spekulasi yang beredar mengenai bentrok tersebut, agar proses hukum yang dilakukan aparat kepolisian berjalan secara optimal.
“Sekali lagi, saya sangat menyesalkan kejadian di Morowali Utara yang melibatkan karyawan PT GNI. Ini harus diusut tuntas, dan saya berharap betul aparat terkait dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pekerja. Kita dukung aparat kepolisian mengusut kasus itu sampai tuntas, dan kita jangan mudah terprovokasi, apalagi berspekulasi,” kata legislator yang juga Ketua Umum DPP PKB tersebut.
Pimpinan DPR, kata Gus Muhaimin, memastikan bahwa, khususnya Komisi III, akan segera mengecek latar belakang penyebab aksi bentrokan maut itu. “Kita di DPR juga tidak tinggal diam. Komisi III nanti akan melakukan ricek apa sebenarnya yang terjadi di PT GNI. Bagaimana pun bentrokan antar karyawan tidak boleh lagi terjadi di masa yang akan datang,” pungkas Gus Muhaimin. (*)