INDOSatu.co – JAKARTA – Teriakan Projo tiga periode di HUT ke-50 HIPMI memantik perhatian Masinton Pasaribu, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. Karena itu, Masinton mengajak semua pihak untuk menolak wacana tiga periode Jokowi. Wacana tersebut hingga sekarang ternyata terus digaungkan di ruang publik oleh beberapa pihak.
“Kalau datang dari kekuasaan ide tiga periode itu benar-benar tidak mengerti reformasi dan demokrasi,” kata Masinton dalam sebuah diskusi publik bertajuk ‘Bangkit dari Kubur Jokowi 3 Periode’ di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (12/6)
Kata Masinton, ide 3 periode harus dilawan. Semua pihak, termasuk mahasiswa dan pemuda harus turun ke jalan. Konstitusi jelas-jelas tidak mengatur jabatan presiden tiga periode.
“Karena itu, harus kita lawan. Ide tiga periode ini harus kita lawan kawan-kawan mahasiwa, anak-anak muda, keluar ke turun jalan, tinggalkan buku tinggalkan tas, turun ke jalan,” ujar Masinton yang juga eks Aktivis 98 ini.
Tak hanya para mahasiswa, para pemuda yang ada di dalam gang, tinggalkan sejenak turun ke jalan. Kaum profesional yang hilir mudik di jalan turun hentikan kendaraan sejenak dan bunyikan klakson dan tolak kekuasaan absolute tiga periode. ‘’Harus jelas sikap kita terrhadap wacana tiga periode itu,” tegas Masinton.
Masinton menekankan, tidak ada kekuasaan yang absolut dan semena-mana. Menurut dia, harus ada kepastian kepada generasi yang akan datang dalam mengelola negara.
“Kalau sekarang minta tiga periode apa ada jaminan nanti enggak akan minta 4 periode. Kita harus berikan kepastian, baik untuk generasi saat ini maupun yang akan datang. Penuhi jalanan bila 3 periode dipaksakan. Kalau yang datang dari kekuasaan, itu dan dikemas dalam aspirasi itu bukan aspirasi, melainkan tirani,” beber Masinton.
Siapa pihak yang menginginkan 3 periode Jokowi itu? Masinton tak mau mengungkap nama. “Saya enggak mau nyebut orang tapi kalau ada yang mau tiga periode itu berwatak tirani, dan itu harus kita lawan,” ungkap Masinton. (*)