INDOSatu.co – KEDIRI – Ustadzah Fatimatus Zahra atau yang kerap disapa Ning Imaz memberi pintu maaf kepada pegiat sosial media, Eko Kuntadhi yang telah menghinanya di twitter beberapa hari lalu. Dirinya mengungkapkan pesan agar menghargai perbedaan keyakinan dengan tidak mengolok-olok.
Ungkapan penerimaan maaf itu disampaikan Ning Imaz, saat Eko Kuntadhi berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (15/9) sore.
Putri pasangan almaghfurlah KH Abdul Khaliq Ridwan dengan Nyai Hj. Eeng Sukaenah, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al Ihsan Lirboyo Kediri, Jawa Timur itu mengajak semua pihak untuk menghargai perbedaan.
“Mungkin penghargaan kita terhadap agama berbeda-beda. Tetapi bagaimanapun juga, apapun yang orang yakini itu patut dihargai,” ujar Ning Imaz di Auditorium Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin.
“Jadi kita tidak bisa mengolok-olok keyakinan orang,” lanjut Ning Imaz dikutip dari NU Online, Jumat (16/9).
Ning Imaz sepenuhnya memaafkan apa yang telah dilakukan Eko Kuntadhi dalam cuitan di twitter. Tidak hanya pribadi, melainkan juga atas wejangan (pesan, red) dari pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.
Pengisi kajian tetap ‘Suara Muslimah’ di kanal Youtube NU Online ini berpesan agar menggunakan media sosial dengan bijak. Karena jika tidak, akan berakibat fatal, baik pada diri sendiri maupun orang lain.
“Kedepannya ya untuk instrospeksi bagi kita semua, lebih berhati-hati dalam bersikap dan bertindak,” ungkapnya.
Di lain pihak, Eko Kuntadhi merasa terkesan atas sambutan keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo yang ramah. Eko mengungkapkan tujuan kehadirannya ke Lirboyo hanya satu, untuk meminta maaf langsung kepada Ning Imaz, Gus Rifqil dan dzurriyah Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.
“Ketika saya dari Jakarta datang ke sini membawa kesalahan, alhamdulillah saya diterima sebagai tamu dengan baik,” ungkap Eko Kuntadhi.
Eko Kuntadhi tidak lupa berterima kasih kepada Ning Imaz dan Gus Rifqil, seluruh kiai di Pondok Pesantren Lirboyo, juga kepada para santri dan para alumni Pesantren Lirboyo yang telah bersedia memaafkan kesalahannya.
Begitu juga KH Abdul Muid Shohib atau yang akrab dipanggil Gus Muid menambahkan, para alumni maupun muhibbin agar tetap dingin dalam menyikapi permasalahan tersebut. Salah satu caranya dengan tetap mengikuti petunjuk dan dhawuh dari masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo.
“Kalau Ning Imaz sudah menyampaikan bahwa dia memaafkan. Tentu kita berharap follower beliau atau mungkin keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, para alumni mengikuti petunjuk masyayikh. Kalau orang meminta maaf ya dimaafkan,” ujar Gus Muid.
Gus Muid berpesan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial untuk kemaslahatan ummat. “Yang penting untuk pembelajaran ke depannya tidak seperti ini,” pungkasnya. (adi/red)