Negara Lain Covid-19 Masih Tinggi, Wiku: Jangan Lengah Prokes Ketat

  • Bagikan
ANTISIPASI DINI: Jubir Gugus Tugas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, belajar dari beberapa negara lain, Covid-19 masih saja tinggi. Dia mengingatkan kepada masyarakat agar tetap jaga prokes.

INDOSatu.co – JAKARTA — Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mewanti-wanti soal pentingnya peningkatan cakupan vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh masyarakat. Hal itu perlu dilakukan untuk melindungi secara maksimal terhadap penularan virus Covid-19.

Meski demikian, Wiku mengingatkan bahwa vaksinasi saja ternyata masih belum cukup untuk menekan penularan Corona. Misalnya yang terjadi di beberapa negara, dengan cakupan dosis lengkap, ternyata tetap saja mengalami peningkatan kasus karena kendornya kedisiplinan protokol kesehatan seperti di Australia dan Singapura.

Baca juga :   Tanggapi Hendropriyono, Almuzzamil: Jika Jurdil, Pasangan AMIN Berpeluang Menang

“Jika kita melihat perkembangan kasus Covid-19 secara global, data di beberapa negara menunjukan bahwa upaya yang tidak menyeluruh akan berpotensi untuk kembali meningkatkan kasus,” ujar Wiku saat konferensi pers, pada Rabu (3/11).

Dia mengungkapkan, di Australia dan Singapura, bahkan telah mencapai lebih dari 60 persen penduduk yang telah divaksin dosis lengkap. Namun, kata dia, saat pembukaan aktivitas diberlakukan, terjadi peningkatan kasus yang tajam, bahkan hingga 40 hingga 90 kali lipat. Kondisi ini juga disebabkan oleh varian Delta.

Baca juga :   HNW Kembali Usulkan 3 April sebagai Hari NKRI, untuk Jaga dan Kuatkan NKRI

Menurut Wiku, hal ini menunjukan upaya pembatasan mobilitas yang sangat ketat dan peningkatan cakupan vaksinasi bukan menjadi solusi satu-satunya untuk menekan kasus.

“Negara yang telah melakukan keduanya nyatanya tetap dapat meningkat kasusnya karena aktivitas masyarakat yang tidak sejalan dengan disiplin protokol kesehatan,” jelasnya.

Selain itu di Israel, Rumania, dan Ukraina juga kembali mengalami gelombang ketiga kasus Covid-19. Padahal, dengan tingginya warga yang telah terkena Covid-19 pada lonjakan kasus sebelumnya, seharusnya imunitas di tengah masyarakat telah terbentuk, sehingga dapat menekan penularan.

Baca juga :   Peluang Pertemuan Mega-Prabowo, Puan Pastikan Tidak Lama Lagi

“Makdudnya, negara yang telah mengalami lonjakan kasus pertama dan kedua pun belum tentu terbebas dari lonjakan ketiga apabila upaya disiplin protokol kesehatan dan peningkatan cakupan vaksinasinya tidak dilakukan dengan baik,” pungkas Wiku. (adi/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *